Menjaga Cerita di Balik Artefak, FIB Unhas dan Hotel Losari Beach Makassar Kolaborasi Lestarikan Koleksi Keramik

Tajukutama, MAKASSAR — Upaya pelestarian warisan budaya terus dikembangkan melalui kolaborasi dunia akademik dan industri pariwisata. Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB Unhas) bersama Hotel Losari Beach Makassar menjalin sinergi untuk menjaga, mendokumentasikan, sekaligus menghidupkan kembali nilai sejarah koleksi keramik yang dimiliki hotel tersebut.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) pada Jumat (7/8/2026). Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mengembangkan koleksi keramik bersejarah sebagai sumber edukasi dan informasi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat konsep pariwisata berbasis budaya di Kota Makassar.

Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Registrasi Cagar Budaya dan Digitalisasi Koleksi Keramik Melalui E-Katalog Berbasis QR Code untuk Peningkatan Edukasi Pariwisata di Hotel Losari Beach Makassar.” Kegiatan meliputi inventarisasi dan registrasi koleksi, dokumentasi digital menggunakan teknologi 3D photogrammetry, serta penyusunan e-katalog berbasis QR Code yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi koleksi secara praktis dan interaktif.

Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat ilmu pengetahuan bagi masyarakat. “Kami ingin agar koleksi keramik yang dimiliki Hotel Losari tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga sumber pengetahuan yang bisa diakses publik secara modern dan edukatif,” ujarnya.

Owner Hotel Losari Beach Makassar, Ir. Arwan Tjahjadi, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, koleksi keramik yang dimiliki hotel merupakan bagian dari perjalanan sejarah yang memiliki nilai penting untuk dirawat dan diperkenalkan kepada masyarakat. “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin. Melalui digitalisasi dan QR Code, kami berharap pengunjung hotel bisa mendapatkan pengalaman wisata yang lebih bermakna,” ungkapnya.

Selain memperkuat pelestarian koleksi, kerja sama ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa Departemen Arkeologi FIB Unhas. Mahasiswa akan terlibat dalam inventarisasi, dokumentasi, digitalisasi, hingga penyusunan informasi koleksi sebagai implementasi pembelajaran pada mata kuliah Museologi, Keramologi, dan Arkeologi Digital, sehingga pengetahuan akademik dapat diterapkan dalam praktik pelestarian warisan budaya.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan pada penyusunan rekomendasi pendaftaran benda cagar budaya kepada Tim Ahli Cagar Budaya Kota Makassar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai historis dan identitas Hotel Losari Beach Makassar sebagai salah satu ruang yang menyimpan jejak perjalanan sejarah dan budaya Kota Makassar.

Lebih jauh, Hotel Losari Beach Makassar akan menyandang sertifikat sebagai Hotel Heritage pertama di Indonesia Timur. Target tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan hotel bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang yang mampu merawat, memperkenalkan, dan mengomunikasikan warisan budaya kepada wisatawan maupun masyarakat luas.

Kerja sama yang berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak 7 Agustus hingga 7 Desember 2026, menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Sinergi FIB Unhas dan Hotel Losari Beach Makassar diharapkan menjadi model pengelolaan heritage yang memadukan kekuatan akademik, teknologi digital, edukasi, dan industri pariwisata, sekaligus membuka peluang baru bagi Makassar untuk memperkuat posisi sebagai destinasi wisata budaya di kawasan Indonesia Timur. (*Rz)

ads
ads ads

Comment