Tajukutama.MAMUJU – Satuan Tugas Wilayah (SGW) Sulawesi Barat turun langsung memberikan sosialisasi pencegahan paham IRET serta bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE) di lingkungan sekolah, tepatnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai bertempat di Jl. Diponegoro, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju ini dihadiri langsung oleh Wakasek Kesiswaan MAN 1 Mamuju, Muh. Ramli, S.Ag., M.Si., serta diikuti sebanyak 297 siswa-siswi. Tim Satgaswil Sulbar yang bertindak sebagai narasumber terdiri dari Ipda Benyamin Jecshon, S.H., Briptu Muh. Affany Aghny, S.H., dan Bripda Muh. Audino Arief.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan rangkaian acara berupa sambutan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, doa bersama, penutup, serta sesi foto bersama.
Dalam sambutannya, Muh. Ramli, S.Ag., M.Si. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT yang telah meluangkan waktu hadir di MAN 1 Mamuju. Menurutnya, kehadiran tim sangat berharga guna memperkuat kewaspadaan seluruh elemen sekolah terhadap potensi paparan paham IRET sekaligus memberikan pemahaman menyeluruh mengenai bahaya NVE.
Pada penyampaian materi, Tim Pencegahan SGW Sulbar memaparkan secara rinci karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya. Tim juga menjelaskan makna serta bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE), yaitu bentuk ekstremisme kekerasan yang didorong oleh penolakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, norma sosial, dan hukum, sehingga berpotensi mendorong seseorang melakukan tindakan kekerasan tanpa dasar ideologi yang jelas.
Pentingnya membangun daya tangkal sejak dini juga menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut. Para siswa diajak untuk meningkatkan literasi digital, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta sikap moderasi dan kebijaksanaan dalam menyaring setiap informasi yang diterima, terutama yang bersumber dari media sosial maupun ruang interaksi daring lainnya.
Kegiatan ini bertujuan agar para siswa lebih memahami bahaya paham IRET yang diketahui kerap menyusup melalui game online, media sosial, serta pola pergaulan di dunia maya. Dengan bekal pemahaman tersebut, diharapkan generasi muda mampu menjadi benteng terdepan dalam menolak paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.

Comment