Mengajarkan Empati Melalui Aksi Nyata, SD Negeri Rappokalling 67/1 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Tallo

Oplus_16908288

Tajukutama, MAKASSAR — Di tengah duka yang menyelimuti warga terdampak kebakaran di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, hadir secercah harapan dari kepedulian keluarga besar SD Negeri Rappokalling 67/1. Melalui aksi kemanusiaan yang melibatkan seluruh warga sekolah, para siswa diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui tindakan nyata membantu sesama.

Pada Rabu (5/8/2026), rombongan SD Negeri Rappokalling 67/1 mendatangi langsung lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 3,7 kilometer dari sekolah untuk menyerahkan bantuan kepada para penyintas. Musibah yang terjadi pada Jumat 31 Juli dini hari itu menghanguskan sedikitnya 56 unit rumah dan menyebabkan 235 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari peserta didik, orang tua, guru hingga tenaga kependidikan. Semangat berbagi yang tumbuh dari lingkungan sekolah menjadi bukti bahwa nilai kepedulian dapat ditanamkan sejak usia dini melalui pengalaman langsung.

Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, bahan kebutuhan dapur, makanan siap saji, 10 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, pakaian layak pakai, sarung baru, serta bantuan dana tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban kebakaran.

Kepala SD Negeri Rappokalling 67/1, Muhammad Amir, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur atas antusiasme yang ditunjukkan para siswa dan orang tua dalam aksi sosial tersebut. Menurutnya, sejak sekolah mengajak seluruh warga untuk berbagi secara sukarela, respons yang diterima jauh melampaui harapan.

“Awalnya kami hanya mengimbau seluruh unsur sekolah untuk berbagi seikhlasnya. Namun antusiasme murid-murid dan para orang tua sungguh luar biasa. Anak-anak dengan sukarela menyisihkan tabungan serta memberikan barang terbaik yang mereka miliki untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Tallo,” ujar Muhammad Amir.

Ia menjelaskan, program Sekolah Peduli merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya diajarkan memahami arti kepedulian, tetapi juga didorong untuk mempraktikkannya secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tujuan utama program ini adalah menanamkan nilai-nilai kepedulian, jiwa sosial, dan rasa empati sejak dini kepada para peserta didik. Kami ingin anak-anak belajar bahwa kebahagiaan terbesar hadir ketika kita mampu merangkul dan meringankan beban sesama yang sedang mengalami kesulitan,” jelasnya.

Muhammad Amir berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para korban sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Ia juga mendoakan agar seluruh warga terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, serta kekuatan untuk bangkit dan kembali menata kehidupan mereka seperti sediakala.

Aksi yang dilakukan SD Negeri Rappokalling 67/1 menjadi contoh bahwa pendidikan karakter akan lebih bermakna ketika diwujudkan melalui tindakan nyata. Kepedulian yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan tumbuh menjadi budaya sosial yang terus mengakar dalam kehidupan generasi muda Indonesia. (*Rz)

ads
ads ads

Comment