Prof. Andi Aslinda Mulai Mencuat di Pilrek UNM. Aktivis Asdar : Inilah Sosok Visioner

TajukUtama MAKASSAR – Proses demokrasi perguruan tinggi untuk memilih Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026–2030 secara resmi memasuki tahapan awal. Senat Universitas telah menetapkan Panitia Pemilihan Rektor yang diketuai Direktur Pascasarjana UNM, Prof. Dr. Andi Muhammad Idkhan, guna menyusun seluruh rangkaian mulai dari pendaftaran bakal calon, verifikasi administrasi, penyampaian visi-misi, penyaringan, hingga penetapan rektor definitif. Langkah ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan transisional yang dijalankan Plt. Rektor Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang Perguruan Tinggi serta Peraturan Senat UNM, proses ini dijalankan berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan keadilan guna melahirkan pemimpin yang mampu menguatkan tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, serta mendongkrak daya saing UNM di tingkat nasional maupun internasional.

Hingga saat ini, sejumlah nama telah muncul sebagai bakal calon, antara lain Dr. Arifin Manggau, serta para profesor yakni Prof. Dr. Hasnawi Haris, Prof. Dr. Ir. M. Ichsan Ali, Prof. Dr. Hj. Hasmyati, Prof. Dr. Karta Jayadi, dan Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono. Penjaringan masih terus dibuka bagi guru besar, pimpinan fakultas, dan tokoh akademik lainnya menjelang pendaftaran resmi panitia.

Di tengah dinamika tersebut, dukungan mulai mengalir kuat kepada salah satu figur yang dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan teruji: Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si. Dukungan ini disampaikan oleh aktivis dan pengamat pendidikan, Asdar Akbar, yang menegaskan UNM membutuhkan sosok pemimpin yang cerdas, visioner, berintegritas, serta mampu merangkul seluruh elemen civitas akademika tanpa konflik kepentingan.

“Pemimpin UNM harus memiliki kapasitas akademik, pengalaman manajerial matang, serta mampu menjaga stabilitas organisasi untuk memperkuat budaya akademik, riset, pengabdian masyarakat, dan jejaring kerja sama strategis,” ujar Asdar Akbar, yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UNSA dan penggagas sejumlah forum demokrasi.

Sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Publik, Prof. Andi Aslinda tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, bukti kepercayaan institusi terhadap kemampuannya mengelola kebijakan akademik. Lahir di Pinrang, 10 Oktober 1969, ia menempuh S1 Administrasi Publik dan S2 Administrasi Pembangunan hingga meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Hasanuddin.

Kariernya di UNM terbangun secara berjenjang: Sekretaris Prodi Administrasi Negara (2019–2020), Ketua Prodi Administrasi Negara (2020–2022), Wakil Dekan II FIS-H (2021–2025), hingga dipercaya memegang amanah Wakil Rektor Bidang Akademik sejak tahun 2024. Kombinasi latar belakang akademik kuat, pengalaman birokrasi, dan rekam jejak kepemimpinan yang harmonis menjadikannya salah satu figur yang paling dinantikan kiprahnya dalam kontestasi kali ini.

Panitia Pemilihan Rektor menegaskan seluruh tahapan akan diumumkan secara resmi dan terbuka, serta menjamin setiap bakal calon mendapatkan perlakuan yang setara dan profesional. Proses ini diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang membawa UNM menjadi perguruan tinggi unggul, berdaya saing, dan nyata berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Penulis: Ombintang (Asdar Akbar)
Mahasiswa Fak. Hukum UNSA, Aktivis Pemerhati Sosial-Politik-Hukum

ads
ads ads

Comment