Ciptakan Solusi Anti-Perundungan Verbal, SDN Pelambuan 4 Banjarmasin Sabet Juara 1 Trakindo Inovakids 2026

Tajukutama, JAKARTA – Isu perundungan (bullying) verbal di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius bagi Tim Riset SDN Pelambuan 4 Banjarmasin. Kepedulian terhadap masalah ini berbuah prestasi manis setelah mereka sukses dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori SD (Inovasi Sekolah Ramah Anak) dalam ajang bergengsi Trakindo Inovakids 2026 yang dihelat di Gedung Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Gelar prestisius tersebut berhasil dibawa pulang berkat inovasi gemilang mereka yang diberi nama “Papan Kompas dan Game Dibalik Kata”. Karya ini merupakan produk inovasi taktis yang dirancang khusus untuk mengurai dan mencegah maraknya kasus perundungan verbal di kalangan pelajar.

Keberhasilan ini bukanlah hasil yang instan. Anugrah, selaku guru pendamping tim, mengungkapkan bahwa proses riset dan pembuatan karya tersebut memakan waktu hingga delapan bulan lamanya.
“Kami sangat bersyukur. Sempat ada kesulitan, terutama saat tahap pembuatan Game Dibalik Cerita yang berbasis coding. Namun, berkat kerja keras tim, dukungan luar biasa dari orang tua, kolaborasi dengan Universitas Lambung Mangkurat, serta bimbingan dari Trakindo selaku instansi mitra, semuanya bisa diatasi dengan baik,” ungkap Anugrah seusai menerima piala di Auditorium Gedung Perpusnas.

Ajang Trakindo Inovakids merupakan kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh PT Trakindo Utama. Program ini hadir sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap sekolah-sekolah binaannya di seluruh Indonesia, guna memacu minat generasi muda terhadap bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), sekaligus mencetak karakter inovator yang peka terhadap masalah sosial sejak dini.

Acara puncak di Jakarta tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri oleh jajaran manajemen PT Trakindo Utama, perwakilan kementerian, para guru dari berbagai sekolah binaan, serta finalis tingkat SD dan SMP dari seluruh Indonesia.

Ke depannya, inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi piala pajangan. Nur Fazrian, perwakilan Tim Riset SDN Pelambuan 4, menyimpan harapan besar agar karya mereka dapat diimplementasikan secara luas.

“Kami berharap Papan Kompas dan Game Dibalik Cerita ini bisa terus dikembangkan dan disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain, khususnya di Banjarmasin. Dengan begitu, manfaatnya dalam mencegah perundungan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (MRB)

ads
ads ads

Comment