Problematika Kartu Prakerja Terhadap Korban PHK

  • Whatsapp

Tajukutama.com, Makassar – Dampak buruk dari mewabahnya pandemi covid-19 sampai sekarang masih menghantui dan bergejolak diberbagai negara. tidak terkeculai di Indonesia, total sebanyak 353.461 orang telah terpapar virus covid-19 sejak diumumkannya kasus pertama pada tanggal 2 maret 2020 yang lalu.

Adanya wabah covid-19 memberikan dampak yang sangat buruk terhadap keberlangsungan hidup dunia usaha yang berujung pada terganggunya hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan perusahaan. Kondisi ini mengakibatkan hampir semua perusahaan dari berbagai sektor mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan.

Bacaan Lainnya

Hal ini disebabkan oleh sempitnya ruang gerak bisnis sebagai dampak dari perlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berimbas pada merosotnya penjualan dari hasil produksi sehingga pendapatan yang diperoleh perusahaan berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Jadi tidak heran apabila di masa pandemi covid-19 ini banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), memberikan cuti tak berbayar serta merumahkan sementara para karyawannya guna mengefisiensi dana dan menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan.

Dikutip dari laman resmi kompas.com, Kementrian ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat hingga 31 juli 2020, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan mencapai 3,5 juta lebih.

Hal ini disampaikan oleh Mentri ketenagakerjaan (Kemnaker) Ida Fauziyah dalam rapat koordinasi dengan seluruh pejabat dinas tenaga kerja se-indonesia mengatakan bahwa ata pekerja yang dihimpun oleh Kemnaker dengan bantuan dari rekan-rekan Disnaker pemda diseluruh Indonesia,hingga 31 juli 2020 menunjukkan secara total baik pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 mencapai lebih dari 3,5 juta orang.

Ditengah kisruh mengenai persoalan PHK yang tak kunjung selesai, tiba-tiba pemerintah meluncurkan sebuah program yang bernama kartu prakerja. Mungkin untuk sebagian masyarakat sudah tidak asing dengan program ini, hal ini dikarnakan program kartu prakerja sendiri merupakan program yang diperkenalkan oleh presiden joko widodo pada saat kampanye pemilihan umum presiden Indonesia pada tanggal 10 maret 2019 silam di senayan.

Kartu prakerja merupakan sebuah terobosan yang dilakukan oleh pemerintah yang diperuntukkan untuk warga negara Indonesia yang belum mempunya skill atau keterampilan untuk masuk ke dunia kerja. Dengan kartu prakerja ini warga negara Indonesia dapat mengakses berbagai pelatihan yang ada di akun prakerja yang nantinya dari pelatihan ini diharapkan mampu menambah wawasan serta keterampilan dalam memasuki dunia kerja. Program ini sendiri secara resmi mulai berjalan pada 11 april 2020 yang lalu.

Pengimplementasian program kartu prakerja oleh pemerintah sendiri dipercepat, hal ini disinyalir sebagai bentuk responsi pemerintah lantaran beberapa perusahaan telah melakukan PHK terhadap para pekerja/buruh mereka. Pemerintah berharap kartu prakerja dapat menjadi sarana korban PHK dalam meningkatkan skill secara online.

“Kenapa presiden meminta minggu ini, waktunya social distencing. Sehingga didorong pelatihan online, dan juga dampak covid-19 beberapa sektor sudah PHK. Kami carikan solusinya bagaimana teman-teman yang di PHK bisa mendapatkanlkartu prakerja unruk peningkatan kompetensi,” ungkap Susiwijono, selaku Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dijakarta, selasa (17/3/2020).

Melalui kartu prakerja pemerintah akan memberikan total insentif sebesar Rp 3.550.000. Insentif pertama yang diberikan sebesar Rp 1.000.000 adalah dana yang digunakan untuk membeli pelatiahan dan tidak dapat dicairkan.

Insentif kedua adalah bantuan yang diberikan setelah menyelesaikan pelatihan sebesar Rp 600.000 selama empat bulan berturut-turut, sehingga total insentif yang diperoleh sebesar Rp 2.400.000. insentif yang terakhir adalah insentif sebesar Rp 150.000 yang akan diperoleh setelah melakukan pengisian survey evaluasi pascapelatihan sebanyak tiga kali.

Namun jika kita melirik pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, justru pelaksanaan kartu prakerja sendiri dirasa tidak relevan serta menimbulkan ketidakpuasan dari korban PHK. Kartu prakerja yang awalnya didesain untuk memprioritasakan para pengangguran yang belum mempunyai skill agar diberikan pelatihan justru berubah haluan menjadi stimulus yang ditujukan untuk menangani kisruh mengenai permasalahan PHK.

Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai kontradiksi diantaranya. Pertama, proses pendaftaran kartu prakerja yang bersifat selektif dan rumit dapat menyebabkan banyak korban PHK atau mereka yang dirumahkan tidak lolos seleksi prakerja.

Kedua, Pemberian pelatihan ini rasanya tidah efisien mengingat mereka yang terkena PHK umumnya sudah mempunyai skill atau kemampuan. Alangkah baiknya jika anggaran pelatihan senilai Rp 1.000.000 per orang tersebut, diubah menjadi bantuan langsung agar dapat digunakan oleh para korban PHK untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ketiga, dibanding membeli kuota untuk mengakses pelatihan, masyarakat pasti lebih memprioritaskan uangnya untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak seperti kebutuhan ekonomi dan kebutuhan urgensi lainnya.

Keempat, dana insentif yang diperoleh tidak serta merta langsung diberikan keseluruhannya melainkan bertahap selama empat bulan. Hal ini akan menyebabkan ketidakpuasan masyarakat karena mereka harus menunggu waktu yang sangat lama untuk memperoleh keseluruhan insentif, padahal banyak kebutuhan-kebutuhan mendesak yang harus mereka penuhi.

Berangkat dari argumentasi diatas, dapat simpulkan bahwa dikondisi pandemik seperti sekarang ini alih-alih diberikan pelatihan, para korban PHK jelas lebih membutuhkan uang tunai atau bantuan langsung guna mencukupi keperluan hidupnya.

Pelaksanaan program kartu prakeja sah-sah saja akan tetapi alangkah baiknya serta lebih efisien apabila mereka yang terkena PHK dibuatkan program bantuan tersendiri oleh pemerintah tanpa harus mengikuti prosedur pendaftaran yang rumit serta pelatihan yang dirasa tidak perlu.

Penulis: Muh Fahreza (Akuntansi UINAM)

banner 640x70

banner 640x70

Pos terkait