Penggunaan E- wallet Efektif, Benarkah?

  • Whatsapp

Tajukutama.com, Makassar – Apabila berbicara mengenai perubahan yang terjadi selama 5 tahun terakhir, maka penggunaan E-wallet termasuk dalam salah satunya. Kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi mengarahkan E-wallet semakin eksis di tengah pandemi yang mengharuskan masyarakat membatasi kegiatan sehari-hari.

Menurut Bank Indonesia, total transaksi selama semester awal 2019 mencapai Rp 56 triliun menggunakan E-wallet diberbagai platform. Tingginya nilai transaksi tersebut memikat berbagai kalangan untuk mengembangkan sistem E-wallet yang lebih praktis dengan berbagai firut serta promo menarik.

Tercatat di akhir tahun 2019, 39 provider E-wallet aktif di Indonesia dimana provider dengan pengguna terbanyak dimiliki oleh Gopay, OVO, DANA, dan LinkAja. Eksistensi ini diawali dengan penggunaan kartu kredit hingga E-money yang disediakan oleh beberapa Bank yang kemudian berkembang menjadi E-wallet. Lalu bagaimana E-wallet memberikan dampak terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia?

Meningkatnya penggunaan E-wallet sejak 2 tahun terakhir membawa angin segar bagi perekonomian di Indonesia. Tingginya pengguna E-wallet yang didominasi oleh kaum milenial mendorong pemilik usaha untuk menyediakan sistem pembayaran yang mencakup berbagai provider. Hal tersebut juga meningkatkan akurasi dan pelayanan yang lebih cepat selama pembayaran.

Selain itu, sirkulasi uang yang lebih cepat akan memberikan keuntungan pada negara baik dari pajak maupun komisi ditiap penggunaan E-wallet. Hal lain yang paling menguntungkan yaitu tingkat keamanan dalam bertransaksi yang meningkat membuat pengguna E-wallet tetap setia bahkan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Hal ini menguatkan stigma bahwa Smartphone kini telah menjadi kebutuhan primer bagi manusia. Tidak hanya kaum milenial, masyarakat umum juga mulai menjangkau penggunaan E-wallet karena situasi pandemi. Penggunaan uang tunai ataupun kartu mulai dikurangi untuk memutus meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Luasnya cakupan pembayaran E-wallet juga menjadi poin positif berkembangnya era digital saat ini. Sebut saja pembayaran transportasi online, pembayaran jasa online, belanja online bahkan pembayaran tagihan seperti BPJS, askes dan PLN secara online mendorong tingginya penggunaan E-wallet. Cakupan E-wallet yang menyasar berbagai E-commerce juga menjadi andil besar dalam meningkatnya jumlah pengguna E-wallet.

Tidak hanya berlaku secara online, pembelian secara offline juga sudah menyediakan fitur pembayaran menggunakan E-wallet. Hal tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah pelanggan. Namun disisi lain, pemilik usaha kecil yang tidak dapat menyediakan pelayanan pembayaran secara digital dapat mengalami kerugian hingga gulung tikar.

Sebut saja pedagang bakso keliling atau warung kaki lima yang dulunya menjadi primadona menjadi sepi pelanggan karena isu pandemi dan pembayaran hanya secara tunai. Bahkan penggunaan transportasi umum dengan pembayaran tunai kini mulai meredup dibandingkan dengan jasa transportasi online atau transportasi umum berbasis digital.

Disamping berbagai keuntungan yang ditawarkan, terdapat celah kekurangan yang dapat memburuk apabila tidak segera dijangkau oleh pemerintah maupun provider penyedia E-wallet. Salah satu strategi pembaharuan perekonomian Indonesia yakni mendukung dan meningkatkan usaha mikro.

Dalam meningkatkan percepatan pertumbuhan perekonomian, pemerintah dapat bekerja sama dalam mesosialisasikan penggunaan layanan E-wallet pada pemilik usaha mikro untuk meningkatkan laba dan meningkatkan minat pelanggan yang didominasi oleh kaum milenial. Kegiatan semacam ini sudah banyak dikembangkan oleh Negara- negara dengan perekonomian menengah ke atas seperti Korea Selatan dan Singapura.

Bukan hanya pemilik usaha mikro, pemerintah dapat menyasar pemilik transportasi umum dalam menerapkan pembayaran berbasis E-wallet untuk mendukung kecepatan dan akurasi pembayaran. Namun hal tersebut juga harus dibarengi dengan pembenahan infrastuktur dan fasilitas penunjang yang dapat mengakomodasi pelayanan dengan sistem E-wallet.

Perkembangan yang pesat menuntut masyarakat untuk mau tidak mau mengikurti arus yang akan membawa mereka pada kehidupan yang lebih praktis dan efisien. Salah satunya yaitu penggunaan E-wallet yang menjadi trend dikalangan masyarakat dan semakin eksis di tengah pandemi. Berbagai keuntungan yang ditawarkan E-wallet seperti akurasi hingga keamanan tidak luput dari celah kekurangan yang dapat membahayakan perekonomian beberapa sektor kecil.

Untuk itu diharapkan kerjasama antara pemerintah dan provider E-wallet untuk mulai menyasar sektor usaha kecil hingga transportasi umum demi memeratakan perkembangan perekonomian di Indonesia.

Penulis: Nurfitrah (Akuntansi UINAM)

banner 640x70

banner 640x70

Pos terkait