Ramai Pro-kontra Larangan Gunakan Istilah ‘Anjay’ hingga Dipidana, Ini Penjelasan Komnas PA

  • Whatsapp
Hati-hati menggunakan istilah anjay (Foto: Tribun)

Tajukutama.com, Jakarta – Ramai diperbincangkan soal pelarangan penggunaan kata ‘Anjay’. Pelarangan itu muncul dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melalui surat edaran nya yang sudah beredar luas di Medsos.

Dalam surat edarannya itu, Komnas PA meminta publik agar menghentikan penggunaan istilah ” anjay” untuk tujuan merendahkan dan melecahkan. Komnas PA menilai penggunaan kata ‘Anjay’ juga berpotensi pada bullying dan bisa dipidana.

Bacaan Lainnya

Setelah publik ramai memperbincangkan hal tersebut di media sosial. Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait kini merespon pro-kontra masyarakat soal pelarangan penggunaan kata ‘Anjay’ itu.

Dilansir kompas, menurutnya Arist, larangan penggunaan istilah “anjay” harus dilihat dari beberepa sudut pandang dan tergantung konteks pemakaian.

“Apakah itu bermakna merendahkan martabat, melecehkan, membuat orang jadi galau atau sensara, kalau unsur itu terpenuhi, maka istilah anjay tentu itu mengandung kekerasan,” katanya.

Namun kata dia, jika mengandung kekerasan, maka tak ada toleransi bagi yang menggunakan kata tersebut.

Bahkan, menurutnya penggunaan “anjay” dalam konteks tersebut bisa dipidana sebagai bentuk kekerasan verbal sesuai dengan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Akan tetapi, apabila istilah tersebut digunakan dalam konteks memuji atau mengungkapkan rasa kekaguman, maka Komnas PA tak mempermasalahkan penggunaan istilah ” anjay”.

“Bisa saja kalau maknannya pujian atau salut terhadap prestasi orang atau produk spektakuler, itu tidak apa-apa, silakan dipakai,” jelas dia.

Arist menjelaskan, adanya surat edaran tersebut dilatarbelakangi oleh aduan masyarakat kepada Komnas PA, melarangan penggunaan istilah “anjay” dalam konteks merendahkan, melecehkan, atau berkata kasar.

banner 640x70

banner 640x70

Pos terkait