Modus Penggandaan Rekening Beasiswa PIP di Gowa Terungkap

  • Whatsapp

Tajuk Utama, Gowa – Program Indonesia Pintar (PIP) yang merupakan bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (6-21 Tahun) bagi keluarga miskin diduga telah dimanipulasi oleh oknum Pejabat Sekolah  SMPN 1. Tinggimoncong  Kabupaten Gowa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Dr. Abdul Salam membenarkan temuan tersebut dengan dugaan penggandaan rekening siswa dan pemalsuan tandatangan.

Ia mengatakan bahwa, kejadian tersebut berawal ketika dari penerimaan Beasiswa PIP April Tahun 2020. Kepala Sekolah yang menjabat saat ini memerintahkan kepada wakil (Dahrin., S.Pd., M.Si) untuk mengumpulkan buku rekening siswa yang mendapat bantuan Beasiswa PIP tahun 2020.

Wakil kepala sekolah sebagai penanggung jawab mengatakan bahwa buku rekening semuanya hilang. Dan kepala sekolah mendesak untuk mencari buku rekening yang akhirnya Dahrin, melakukan penggantian buku rekening siswa.

Pada saat pencairan Beasiswa PIP  muncul beberapa keganjilan yakni; beberapa orang tua pada saat dibagikan masih memiliki buku rekening lama (SD).

Setelah diteliti terdapat keganjilan saldo rekening buku lama tidak pindah saldo ke rekening buku baru. Sehingga beberapa orang tua keberatan ke pihak sekolah karena tabungannya ditarik tanpa sepengetahuan orang tua siswa bahkan ada orang tua yang tabungannya sampai jutaan ikut tertarik.

Ditelusuri oleh pihak sekolah (Pejabat Baru ) ke Bank BRI, ternyata bantuan Beasiswa PIP  telah dibuatkan kembali buku rekening baru. Dan itu tanpa sepengetahuan orang tua siswa dan buku rekening lama terblokir.

Tak hanya itu, dari kejadian ini turut terungkap pula bahwa selama di SMP dari 2017-2019 orang tau siswa, juga mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan padahal sewaktu di SD mendapatkan bantuan Beasiswa PIP.
Ada juga mengatakan bantuan yang didapatkan tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya diterima.

Kepala sekolah yang sekarang menjabat menanyakan hal keganjilan tersebut kepada penanggungjawab  (Dahrin ., S.Pd.,M.Si.). Pengakuannya bahwa Kepala Sekolah lama  (Sutopo., S.Pd.,M.Si.) hanya sebagian kecil dibagikan dan semua laporan tidak ada/hilang baik di SMP Reguler maupun SMP Terbuka.

Kemudian Pejabat Kepala sekolah saat ini  melaporkan ke Kepala Dinas pada Tanggal 22 April 2020. Dan ditindak lanjuti  dengan mengirimkan kan kembali terkait Laporan Penerima Beasiswa PIP dari tahun 2017, 2018 dan 2019.

Atas anjuran Kepala Dinas , selanjutnya Kepala SMPN 1 Tinggimoncong yang menjabat saat ini, memanggil bapak Sutopo., S.Pd.,M.Si. dan Dahrin ., S.Pd.,M.Si.); menanyakan perihal ini dan mengakui bahwa telah menyalahgunakan dana tersebut dan siap mengembalikannya.

Sebagian besar siswa yang tidak mendapatkan bantuan Beasiswa PIP sewaktu di SMP, baik di SMP Reguler maupun SMP Terbuka tidak mendapatkan lagi bantuan Beasiswa PIP di SMA disebabkan tidak memiliki buku rekening karena buku rekening siswa yang tamat tidak diberikan atau dihilangkan.

Jumlah siswa SMA = 177 orang
Jumlah siswa SMP = 380 orang
Total dana = 330.875.000

Terpisah, Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa, Kamsina Tarring saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan dirinya sudah mengetahui hal tersebut, namun belum menindak lanjuti karena belum menerima surat resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.

Lanjutnya, kami akan turun lokasi melakukan cek dan ricek apabila sudah ada disposisi dari Bupati Gowa,”jelasnya. (Pandi Pallo)

banner 640x70

banner 640x70

Pos terkait