Bergelut dengan Gadget, Warga Jeneponto Candu Dunia Fotografi yang Saat Ini Dipandu Oleh Darwis Triadi!

Gambar: Nur Santi Octaviana Bersama Darwis Triadi Saat Menerima Sertifikat Kelas Intermediate. (Dokumentasi Pribadi Nursanti Octaviana).

Tajukutama.com, Jeneponto – Di era 5.0 seperti sekarang ini, digital telah menguasai kehidupan masyarakat. Saat ini hampir semua smartphone dilengkapi dengan fitur kamera.

Bukan hanya itu saja, beberapa generasi millenial juga rasanya tak jauh dari dunia fotografi. Misalnya saja selalu memotret makanan sebelum disantap, berswafoto saat berkunjung ke destinasi wisata, dan lain sebagainya.

Untuk saat ini dunia fotografi memang semakin banyak digandrungi oleh masyarakat. Didukung kemajuan teknologi yang canggih. Mengabadikan objek melalui mata lensa kamera memang memiliki daya tarik dan menjadi kesenangan tersendiri.

Bidang Fotografi yang sebelumnya lekat dengan kesan maskulin dan didominasi laki-laki, kini mulai terpatahkan. Menyusul kemunculan fotografer-fotografer perempuan yang mumpuni di bidangnya.

Salah satunya adalah Nur Santi Octaviana. Perempuan kelahiran Jeneponto ini memang telah lama jatuh cinta pada dunia fotografi. Namun, hobinya itu lebih banyak ia salurkan untuk memotret keluarga. Mengabadikan aktivitas anak-anak dan suaminya.

Barulah saat wabah pandemi Covid-19 merebak, Santi, sapaan akrabnya, memutuskan untuk fokus mendalami ilmu fotografi. Keseriusannya itu ia mulai dengan mengikuti School of Photography yang diasuh oleh Darwis Triadi— fotografer Istana Kepresidenan.

Seorang Darwis Triadi bisa menjadi pilihan Santi karena namanya yang memang sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta foto. Karya-karyanya tak jarang menjadi acuan para fotografer lain. Juga sertifikat foto yang akan ia dapatkan setelah lulus dari kelas tersebut.

Selain itu niat Santi untuk kembali belajar disambut baik oleh keluarga. Mengingat kondisi anak-anak yang juga bersekolah secara daring, maka momen ini dimanfaatkan Santi untuk berangkat ke Jakarta pada Maret hingga September tahun ini.

“Ya keluarga dari dulu support yah untuk pendidikan. Jadi ketika saya minta izin untuk belajar lagi, itu didukung sepenuhnya. Anak-anak kan juga sekolahnya dari rumah dan mereka ikhlas mamanya pergi belajar,” ungkapnya. Dikutip dari Tjiniki.com, Minggu (18/10/2020)

Sebelumnya seorang Santi ini memang rajin berselancar di media sosial yakni facebook, dirinya gemar mengunggah hasil jepretannya. Tak disangka, banyak teman-temannya menyukai hasil fotonya. Tidak sedikit pula dari mereka yang minta untuk diajarkan tekniknya.

Berangkat dari situ, Santi kemudian membuka kelas fotografi pada awal Maret. Dengan peserta awal hanya 18 orang dari lingkup Sulsel di minggu pertama.

Sembari terus memantapkan skillnya kepada Darwis Triadi, kelas foto yang ia beri nama Phone Photography Makassar (PPM) juga terus berjalan. Hingga di minggu kedua, ia telah mengajar kurang lebih 40 peserta dari berbagai kota.

Berkat kemampuan dan hasil fotonya yang apik, peserta PPM setiap minggunya semakin membludak. Di minggu ketiga, sekitar 80 orang mendaftar untuk diajari teknik-teknik foto. Dan puncaknya di minggu keempat hingga sekarang, pesertanya mencapai ratusan orang. Dalam dan luar negeri.

“Ada yang dari Amerika, Qatar, Arab Saudi, bahkan Korea. Latar belakangnya juga macam-macam, dari pelajar, ibu rumah tangga, dosen, bahakan sampai politisi,” ungkapnya.

Di tengah kesibukannya mengajar secara daring, sebagai ibu rumah tangga, Santi mengaku tetap memprioritaskan keluarganya. Memastikan kebutuhan anak-anak dan suami terpenuhi.  Manajemen waktu menurut Santi menjadi kunci utama.

Foto Keren Explore Mobile Journalism (Mojo)

Saat melihat hasil foto yang bersih, bagus, dan menarik, kebanyakan dari kita mungkin akan berpikir bahwa itu pasti dijepret menggunakan kamera canggih. DSLR atau mirrorless.

Namun, Santi membuktikan bahwa kamera hp pun ternyata bisa digunakan memotret objek. Dengan kualitas gambar yang tidak kalah dari kamera harga puluhan juta.

“Sebenarnya pake hp aja bisa, selama dia udah megapixel. Tinggal belajar tekniknya saja. Gimana cara memanfaatkan fitur-fitur yang ada di kamera hp itu secara profesional,” ujar ibu tiga anak ini.

Inilah yang sedang berusaha Santi wujudkan melalui PPM. Ia percaya bahwa setiap orang bisa menghasilkan foto yang menarik dengan kamera hpnya masing-masing.

Skill fotografi menurutnya menjadi penting untuk dikuasai, terlebih karena kita telah dikepung oleh aktivitas yang hampir semuanya berjalan secara virtual.

Tidak bisa dinafikkan, jualan online memang menjadi laris manis sejak pandemi melanda. New normalmengharuskan banyak pedagang berinovasi dan mulai merambah sosial media demi pemasaran.

Maka packaging atau kemasan produk jualan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Setiap hari, Santi menerima kiriman produk dari UMKM.

Tawaran untuk memotret jualan mereka agar lebih menarik konsumen secara visual. Kadang Santi bahkan menggratiskan jasanya kepada UMKM yang menurutnya masih terbilang baru.

Meski kerap menerima tawaran foto, perempuan yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar tetap menyarankan agar para pelaku usaha online bisa memiliki kemampuan memotret untuk menunjang penjualan produknya sendiri.

Oleh karena itu, kelas fotografi PPM tetap membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin belajar. Menciptakan foto kerennya sendiri melalui kamera hp. Bagi Anda yang tertarik, bisa mengintip akun Instagram @NursantiOctaviana dan akun Facebook Phone Photography Makassar.

Pos terkait