Bersama Rakyat Tanpa Batas, Dandim 1408/Makassar Perkuat Barisan Kesiapsiagaan Bencana

Tajukutama, MAKASSAR – Komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat kembali ditunjukkan melalui keikutsertaan Komandan Kodim (Dandim) 1408/Makassar, Kolonel Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, S.E., M.Han., dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten/Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar di Anjungan MNEK Centre Point of Indonesia (CPI), Selasa (14/7/2026).

Apel yang dipimpin Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H., tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, akademisi, dunia usaha, relawan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, hingga kebakaran.

Kehadiran Dandim 1408/Makassar bersama Satuan Setingkat Peleton (SST) personel Kodim menjadi simbol kesiapan TNI AD dalam mendukung setiap langkah pemerintah daerah membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh, cepat, dan terintegrasi. Bagi TNI, kesiapsiagaan bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari pengabdian untuk melindungi rakyat.

Dalam amanatnya, Wali Kota Makassar menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar budaya sadar bencana semakin tumbuh di Kota Makassar.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana dan Kelurahan Tangguh Bencana, penandatanganan nota kesepahaman antara BPBD dengan perguruan tinggi, serta simulasi penanganan bencana. Seluruh agenda tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kesiapan sejak dini melalui kolaborasi yang berkesinambungan.

Bagi Kodim 1408/Makassar, membangun ketangguhan masyarakat tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan, deteksi dini, komunikasi sosial, serta pembinaan teritorial yang selama ini menjadi bagian dari tugas pembinaan wilayah. Sinergi yang terjalin dengan pemerintah dan masyarakat menjadi modal utama dalam meminimalkan risiko serta mempercepat penanganan ketika keadaan darurat terjadi.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam apel ini menjadi bukti bahwa menghadapi bencana tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kepedulian, solidaritas, dan kolaborasi seluruh komponen bangsa agar keselamatan masyarakat selalu menjadi prioritas utama.

Melalui keterlibatan aktif Dandim 1408/Makassar, TNI kembali menegaskan jati dirinya sebagai garda terdepan yang selalu hadir bersama rakyat. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian tanpa batas, Kodim 1408/Makassar siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk menciptakan Kota Makassar yang semakin tangguh, aman, dan siap menghadapi setiap tantangan demi terwujudnya keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (*Rz)

ads
ads ads

Comment