Tajukutama, MAKASSAR – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menggelar Pemilihan Dekan periode 2026–2030 pada Senin (13/4/2026) dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Momentum ini menjadi bukti nyata kematangan demokrasi kampus yang tidak hanya prosedural, tetapi juga sarat nilai persatuan dan integritas.
Seluruh rangkaian pemilihan, khususnya putaran kedua sebagai tahap penentu, berlangsung kondusif tanpa hambatan berarti. Situasi ini mencerminkan komitmen kuat seluruh civitas akademika dalam menjaga harmoni di tengah perbedaan pilihan, sekaligus menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Dalam proses tersebut, Dr. Andi Atssam Mappanyukki, S.Or., M.Kes. resmi terpilih sebagai Dekan FIKK UNM periode 2026–2030 setelah meraih dukungan mayoritas suara. Kepercayaan yang diberikan ini menjadi amanah besar untuk membawa fakultas menuju kemajuan yang lebih signifikan di masa mendatang.
Dr. Wahyudin, S.Pd, M.Pd selaku panitia pemilihan dekan dan anggota Senat FIKK UNM, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan ini tidak terlepas dari sinergi semua pihak. “Proses ini berjalan dengan baik karena adanya kesadaran bersama bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah lembaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, dinamika yang muncul selama tahapan pemilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat dan konstruktif. “Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita kembali bersatu setelah proses ini selesai,” lanjutnya.
Kesuksesan pemilihan ini juga ditandai dengan tingginya partisipasi pemilih yang terdiri dari unsur pimpinan dan senat fakultas. Sebanyak 45 suara yang diperebutkan mencerminkan keterlibatan aktif seluruh elemen dalam menentukan arah kepemimpinan FIKK ke depan.
Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Farida Patittingi, SH, M.Hum turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya pemilihan yang berlangsung aman dan demokratis. Ia menilai proses ini sebagai cerminan kedewasaan institusi dalam membangun tradisi akademik yang sehat dan berintegritas.
Dalam arahannya, Rektor mengajak seluruh pihak menjadikan momentum ini sebagai titik awal memperkuat kolaborasi. Ia menekankan pentingnya meninggalkan perbedaan dan bersama-sama membangun fakultas dengan semangat persatuan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan yang lahir dari proses demokrasi harus mampu merangkul semua pihak. Tidak boleh ada sekat atau faksi, karena seluruh civitas akademika merupakan satu kesatuan dalam membangun institusi.
“Semua kandidat adalah putra terbaik FIKK UNM. Siapapun yang terpilih adalah milik kita bersama, dan harus kita dukung untuk kemajuan lembaga,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga komunikasi yang sehat serta menghindari konflik yang dapat menghambat kemajuan. Menurutnya, kekuatan utama FIKK terletak pada solidaritas, kebersamaan, dan semangat untuk terus maju.
Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan ini menjadi bukti bahwa FIKK UNM tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membangun budaya organisasi yang demokratis, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Dengan berakhirnya seluruh tahapan pemilihan, harapan besar kini tertuju pada kepemimpinan baru di bawah Dr. Andi Atssam Mappanyukki yang diharapkan mampu membawa FIKK UNM semakin maju, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan di Indonesia. (*Rz)

Comment