Dari Legenda ke Layar Digital, “Kesatria Galesong” Hidupkan Kembali Identitas Budaya

Oplus_16908288

Tajukutama, MAKASSAR – Bagaimana jadinya jika kisah-kisah lama yang hampir terlupakan tiba-tiba hadir kembali dalam balutan teknologi modern? Film series “Kesatria Galesong” mencoba menjawab pertanyaan itu. Mengangkat cerita rakyat Sulawesi Selatan, karya ini tidak sekadar menghadirkan nostalgia, tetapi juga memadukannya dengan kecerdasan buatan (AI) dan kekuatan media sosial, menciptakan pengalaman sinematik yang berbeda dari biasanya.

Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan menggerus identitas budaya, muncul kegelisahan di kalangan sineas lokal. Apakah generasi muda masih mengenal akar budayanya sendiri? Lewat Kesatria Galesong, mereka mencoba menghadirkan kembali warisan leluhur dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan masa kini, bukan hanya untuk ditonton tetapi untuk direnungkan.

Salah satu pemeran mengungkapkan bahwa film ini lahir dari keresahan yang mungkin juga dirasakan banyak orang: hilangnya kedekatan dengan tradisi. “Kami ingin generasi muda tidak melupakan jati dirinya,” ujarnya saat nongkrong santai di Warkop Daeng Ali Jalan Kumala, Rabu (8/4/2026). Pernyataan ini seolah menjadi pengingat, apakah kita masih benar-benar mengenal siapa diri kita?

Namun, Kesatria Galesong tidak berhenti pada cerita semata. Film ini diam-diam menyimpan misi yang lebih besar: menjadikan hiburan sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Di balik setiap adegan, terselip nilai-nilai budaya dan kebiasaan lama yang mungkin sudah jarang ditemui membuat penonton bertanya-tanya, apa saja yang selama ini telah kita lupakan?

Lebih jauh lagi, ini bukan sekadar karya film, melainkan sebuah gerakan. Sebuah ajakan yang halus namun kuat untuk kembali mencintai budaya sendiri. Pertanyaannya sekarang, apakah masyarakat akan ikut ambil bagian dalam menjaga warisan ini tetap hidup, atau justru membiarkannya hilang ditelan zaman?. (*Rz)

ads
ads ads

Comment