Tajukutama, Kepulauan Selayar – Polemik yang kembali diangkat terkait legal standing Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan dinilai sebagai narasi yang tidak konsisten dan kontradiktif dengan sikap sebagian pihak sebelumnya. Selasa,10/03/2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Akbar Putra menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Imran Eka Saputra terkait keabsahan SK yang diterbitkan oleh DPP KNPI.
Menurut Akbar Putra, jika hari ini ada pihak yang mempersoalkan masa kepengurusan Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan telah berakhir sehingga dianggap tidak memiliki kewenangan organisatoris, maka publik juga patut mempertanyakan konsistensi sikap tersebut.
“Kalau kita mau bicara soal periodesasi, memang ada yang menyebut masa kepengurusan Ketua Umum sudah berakhir. Tetapi pertanyaannya, pada saat Musda kemarin mengapa pihak yang hari ini mempersoalkan itu justru tetap mengundang Ketua Umum Ryano Panjaitan? Ini tentu menjadi hal yang lucu sekaligus menunjukkan inkonsistensi sikap dalam berorganisasi,” ujar Akbar.
Ia menilai sikap yang saling bertolak belakang seperti itu justru menimbulkan kesan kekanak-kanakan dalam dinamika organisasi, bahkan dapat terindikasi sebagai upaya yang berpotensi memecah belah barisan pemuda.
“Kalau hari ini mengatakan tidak sah, tetapi kemarin justru mengundang dan mengakui kehadirannya dalam agenda resmi organisasi, maka itu menunjukkan inkonsistensi yang tidak sehat dalam kehidupan berorganisasi. Sikap seperti ini terkesan kekanak-kanakan dan berpotensi memecah belah pemuda,” tegasnya.
Akbar juga mengingatkan bahwa dalam dinamika organisasi sebesar KNPI, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi bukan melalui polemik yang justru memperkeruh suasana di kalangan pemuda.
Ia menegaskan bahwa saat ini semangat yang sedang dibangun adalah konsolidasi dan penyatuan barisan pemuda sehingga polemik yang bersifat kontraproduktif sebaiknya tidak lagi diproduksi.
“Energi pemuda seharusnya difokuskan pada bagaimana KNPI hadir mengawal pembangunan daerah dan memperkuat peran pemuda. Jangan sampai organisasi ini terus disibukkan dengan polemik yang lahir dari sikap yang tidak konsisten,” tutup Akbar.

Comment