Bangun Kekuatan dari Daerah, Kadir Halid Pasang Visi Besar untuk Wushu Indonesia

Oplus_16908288

Tajukutama, JAKARTA — Komitmen memperkuat pembinaan olahraga kembali ditegaskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII Wushu Indonesia yang digelar di Hotel Aloft Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026). Ketua Umum Wushu Sulawesi Selatan, H.A. Kadir Halid, bersama Sekretaris Umum Ayuzar Mansir, hadir sebagai representasi keseriusan daerah dalam mendukung kemajuan organisasi sekaligus mencetak atlet yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Forum lima tahunan ini menjadi panggung konsolidasi strategis dengan kehadiran hampir seluruh pengurus provinsi se-Indonesia. Selain merumuskan arah kebijakan organisasi, Munas juga memperkuat soliditas antarwilayah demi mendorong Wushu Indonesia semakin progresif, kompetitif, dan berdaya saing global.

Dalam kesempatan tersebut, Kadir Halid menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pengurus pusat dan daerah. Menurutnya, kolaborasi yang terarah merupakan fondasi utama bagi sistem pembinaan yang kuat, sehingga daerah dapat terus melahirkan atlet tangguh yang siap mengibarkan Merah Putih di berbagai ajang dunia.

“Investasi pada pengembangan talenta olahraga hari ini adalah langkah strategis untuk memastikan kejayaan prestasi Indonesia di masa depan,” ujarnya, menegaskan bahwa Sulawesi Selatan datang dengan semangat kolaborasi dan komitmen jangka panjang terhadap pembinaan atlet.

Sosok Kadir Halid sendiri bukan nama baru dalam dunia olahraga. Rekam jejaknya dinilai berhasil mendorong sejumlah cabang olahraga menorehkan prestasi, termasuk saat berperan dalam pencapaian PSM dan Sepak Takraw Sulsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua dan Aceh. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa Wushu Sulsel semakin berkembang dan berkontribusi bagi prestasi nasional.

Sementara itu, Ketua Umum PB Wushu Indonesia periode 2025–2029, Airlangga Hartarto, dalam sambutannya menegaskan tekad organisasi untuk meningkatkan kontribusi medali bagi Indonesia. Ia berharap semangat juang para atlet terus mengumandangkan Indonesia Raya di arena nasional maupun internasional, sekaligus mengharumkan nama bangsa.

Meski menghadapi tantangan pascaperubahan status dari cabang olahraga prioritas menjadi cabang unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), optimisme tetap terjaga. Partisipasi aktif daerah seperti Sulawesi Selatan diyakini mampu menghadirkan energi baru bagi masa depan Wushu Indonesia.

Dengan kepemimpinan adaptif, kolaborasi yang kian solid, serta komitmen pembinaan berkelanjutan, Wushu Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk melesat lebih tinggi, mengukir prestasi membanggakan dan memastikan Merah Putih tetap bersinar di panggung olahraga dunia. (*Rz)

ads
ads ads

Comment