Unjukrasa Tolak Kenaikan BBM di Tiga Titik Jalan Utama, Kepolisian Maros Siapkan Jalan Alternatif

ads

Aliansi mahasiswa dan masyarakat Maros yang tergabung dalam gerakan Amarah Menolak melakukan aksi unjuk rasa di tiga titik jalan utama Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Selasa, 06 September 2022.

Aksi unjukrasa ini merupakan respon dicabutnya subsidi bahan bakar minyak berbahan fosil. BBM tanpa subsidi naik dengan kisaran harga Rp. 1.650 hingga Rp. 2.350. Pencabutan subsidi ini dinilai memperburuk keadaan ekonomi warga yang baru saja lepas dari beban akibat COVID-19 melanda, terkhusus ekonomi warga kelas menengah ke bawah.

ads

“Kitakan baru pulih dari covid-19 yang 3 tahun melanda, belum bagus perekonomian kita, sekarang subsidi BBM dihilangkan, rakyat kecil pasti tercekik, karena bahan pokok lainnya akan ikut naik juga,” terang salah satu pendemo.

Dalam aksinya, para pengunjukrasa ini momblokade 3 titik ruas jalan utama, yaitu jalan poros Makassar-Maros SPBU Butta Toa, simpang lima BRI dan di kantor DPRD Maros.

Kapolres Maros, AKBP. Awaludin Amir S.I.K. menerangkan, untuk melerai kemacetan yang ditimbulkan, pihak Kepolisian Resort Maros pun mengerahkan 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK), untuk mengawal demonstrasi berjalan sesuai aturan.

“Kami mengerahkan 2 SSK di tiga titik, dimana adik-adik kita dan masyarakat Maros melakukan aksi demonstrasi terkait dengan penyesuaian harga BBM,” ujar Kapolres Maros saat ditemui di lokasi.

Selain mengamankan jalannya aksi unjukrasa, Polisi juga dikerahkan untuk mengarahkan pengendara menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan.

“Alhamdulillah situasi terkendali, kami meminta maaf untuk pengguna jalan, warga masyarakat Maros dan Sulawesi Selatan, yang melintas di jalan Makassar – Maros – Pangkep ini, tapi kami memberi jalan alternatif agar yang urgent bisa lewat dan mengurangi penumpukan kendaraan,” lanjutnya.

 

Orang nomor satu di kepolisian Maros ini menambahkan, sesuai dengan Undang-Undang, aksi demonstrasi diatur hingga pukul 18.00. Apabila para demonstran melewati batas waktu, pihak kepolisian memilih untuk melakukan pendekatan persuasif dan humanis.

“Kami dari Polres Maros akan siap mengamankan jalannya aksi demonstrasi, baik itu demonstran, pengguna jalan maupun masyarakat, karena bagaimanapun ini warga kami, kami yakin mahasiswa di Maros tahu aturan yang berlaku,” tutupnya.

 

 

ads

Comment