Keutamaan Malam Lailatul Qadr

ads

 

TAJUK UTAMA, MAKASSAR – Ada satu malam yang sangat istimewa di bulan Ramadhan ini, yaitu malam Lailatul Qadr, malam yang penuh kemuliaan, oleh karena itu marilah kita menghidupkan Lailatul Qadr dengan memperbanyak ibadah dan kebaikan pada malam tersebut, karena di dalamnya memiliki banyak kemuliaan, kata letkol Sus Husban Abady ketika menyampaikan ceramah tarwih malam ke-19 Ramadhan dengan tema *Keutamaan Malam Lailatul Qadr* bertempat di Masjid Miftahul Khaer, Jl. Sungai Walanae, Makassar (20/4/2022).

ads

Sebagai dasar ceramahnya, Husban Abady mengemukakan firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al-Qadr ayat 1-5; yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

“Sesuai dengan ayat tersebut, maka malam Lailatul Qadr mengandung beberapa kelebihan diantaranya : “Pahala amalan pada malam itu lebih baik nilainya dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan, malam itu para malaikat turun ke muka bumi, untuk mengucapkan salam sejahtera kepada orang yang beriman dan sekaligus memohonkan ampun bagi mereka, malam itu penuh dengan ketenangan, kedamaian, kesempurnaan, dan kebahagiaan hingga terbit fajar,” Urai Husban Abady.

Mantan Kepala Penerangan Komando Operasi Udara II ini, mengatakan juga bahwa Malam lailatul qadar merupakan malam dimana Allah menurunkan Al-Qur’an untuk pertama kalinya ke Lauhul Mahfuz kemudian ke Baitul ‘Izzah, selanjutkan Al-Qur’an diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur melalui perantaraan Malaikat Jibril diterima oleh Nabi Muhammad SAW., untuk menjadi pegangan dan pedoman hidup bagi umat muslim. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185, yang artinya : “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”.

Lebih lanjut Husban Abady mengatakan, apabila kita melakukan amal ibadah dan kebaikan pada malam lailatul Qadar, maka kita akan mendapatkan pahala sama bila kita beribadah atau melakukan kebaikan selama seribu bulan atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW., yang artinya : “Sesungguhnya bulan Ramadhan ini telah menghampiri kalian. Dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari menjumpainya, maka sungguh dia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah terhalang dari menjumpainya kecuali orang-orang yang merugi.”

“Disamping itu, pada malam Lailatur Qadr Allah SWT., akan menentukan dan sekaligus menyerahkan kepada malaikat tentang urusan yang berkaitan dengan pengaturan alam semesta yaitu : Yang pertama, rahmat dan azab (siksaan) yang akan diturunkan, dan diserahkan kepada Malaikat Jibril untuk mengeksekusi pada tahun itu. Yang kedua, tumbuh-tumbuhan dan rezeki yang baru yang akan dilimpahkan oleh Allah kepada setiap orang, dan diserahkan kepada Malaikat Mikail untuk mengeksekusi tahun itu. Yang ketiga, Allah menentukan hujan, angin, dan bencana alam yang akan terjadi, diserahkan kepada Malaikat Israfil untuk mengieksekusi tahun itu. Yang keempat, malam itu Allah menentukan orang-orang yang ajalnya akan tiba, diserahkan kepada malaikat Izrail untuk mengeksekusi pada tahun itu,” jelas Husban Abady.

Kemudian pada malam Lailatu Qadr, seluruh Malaikat akan turun ke bumi, dan orang-orang mukmin dimintakan ampun kepada Allah SWT,. oleh para Malaikat agar diampuni segala dosa dan kesalahannya.

“Kecuali ada 4 orang yang tidak akan diampuni oleh Allah pada malam itu, mereka adalah : Yang pertama, Peminum arak, khamar dan segala macam minuman yang memabukkan. Yang kedua, Anak yang durhaka kepada ayah dan ibunya. Yang ketiga, Pemutus hubungan silaturahim, dan yang keempat adalah yang bermusuhan dengan sesama muslim lebih dari tiga hari,” tegas Husban Abady

Di akhir ceramahnya Husban Abady, mengatakan bahwa pada malam Lailatu Qadr, Allah akan menetapkan dan mencatat takdir setiap muslim seperti ajal, rezeki, jodoh, dan lain-lainnya, apabila seorang muslim melaksanakan amal ibadah dengan khusyu dan bersungguh-sungguh, maka akan dicatat oleh Allah takdir baik untuknya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT., dalam Al Qur’an Surat Ad-Dukhan ayat 3-5, yang artinya : “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,” Pungkas Perwira Menengah TNI Angkatan Udara ini.

ads

Comment