Al Qur’an Diturunkan Untuk Menjadi Pedoman Hidup Bagi Manusia

ads

 

TAJUK UTAMA, MAKASSAR – Malam 17 Ramadhan adalah moment yang sangat penting, karena sering dipersepsikan bahwa pada malam itu untuk pertama kalinya Al Qur’an diturunkan, hal ini kemudian menjadi atensi besar bagi seluruh umat muslim khususnya di Indonesia, malam 17 Ramadhan tersebut diabadikan dengan peringatan malam turunnya Al-Qur’an yang dikenal dengan istilah Nuzulul Qur’an.

ads

Hal tersebut disampaikan Letkol Sus Husban Abady, ketika memberikan ceramah tarwih malam ke 17 Ramadhan dengan tema *Al Qur’an Diturunkan Untuk Menjadi Pedoman Hidup Bagi Manusia* di Masjid BLK, Jl. Taman Makam Pahlawan Makassar (18/4/2022).

Husban Abady mengatakan bahwa makna Nuzulul Qur’an yang berasal dari kata Nuzul dan Al-qur’an. Kata Nuzul artinya berpindah, yaitu dari atas kebawah, jadi pindahnya Al-Qur’an dari atas kebawah inilah yang dinamakan Nuzulul Qur’an. Maka setiap turunnya ayat-ayat Al-Qur’an dimana dan kapan saja maka dinamakan Nuzulul Qur’an.

Namun perlu diketahui bahwa turunnya Al-qur’an itu tidak langsung ke muka bumi atau langsung kepada Rasulullah SAW., akan tetapi Al-qur’an turun melalui 3 tahap, yang pertama Allah menurunkan ke Lauhul Mahfudz yaitu tempat tercatatnya qodho’ dan takdir manusia, yang kedua dari Lauhul Mahfudz menuju Baitu Izzah yaitu Tempat yang penuh keagungan dan kemuliaan atau biasa disebut Sama’uddunya atau langit dunia. Kemudian tahap ketiga Al Qur’an diturunkan dari Baitul Izzah ke Bumi, yaitu kepada Nabi Muhammad SAW., melalui perantaraan Malikat Jibril.

Turunya Alquran dari Allah SWT., ke Lauhul Mahfudz dan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah, diturunkan Allah secara lengkap dan sempurna yang terdiri dari 30 Juz, 114 surah, dan 6666 ayat, yaitu dari surat al-faatihah sampai surat an-nas. Dan turunya al-quran ini terjadi dalam satu malam yaitu malam bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT., dalam Al Qur’an surat Albaqarah, ayat 185, yang artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq (benar) dan yang batil”. Jelas Husban Abady.

“Kemudian tahap ketiga, Al-qur’an turun ke bumi, yaitu kepada Nabi Muhammad SAW, dan pertama kali menerima wahyu yaitu surat Al-‘alaq ayat 1 – 5, bertempat di Gua Hiro’, dan yang terakhir adalah surah Al-Maaidah ayat 3 yang artinya : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” Rasulullah menerima wahyu tersebut melalui perantraan Malaikat Jibril. Peristiwa turunya ayat al-qur’an dari Baitul Izzah ke Rasulullah SAW., ini juga dinamakan Nuzulul Qur’an”, kata Pria yang pernah bertugas di Markas Besar TNI Angkatan Udara Cilangkap Jakarta ini.

Lebih lanjut Husban Abady mengatakan bahwa pada tahap ketiga inilah Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW., selama 23 tahun, 13 tahun Al-qur’an turun waktu nabi masih di Makkah dan 10 tahun Al-Qur’an turun ketika Nabi sudah hijrah ke Madinah, sehingga ayat-ayat yang turun terbagi menjadi dua yaitu pereode Makkah dan periode Madinah. Ayat yang turun sebelum Nabi Muhammad hijrah, dinamakan surat makkiyah, dan ayat yang turun setelah Nabi Muhammad hijrah dinamakan surat Madaniyah, tidak hanya terjadi di bulan Ramadhan, tapi juga terjadi di bulan-bulan lainnya, selain itu waktunyapun juga berbeda-beda tidak hanya malam hari tapi juga siang hari bahkan sore hari, sesuai asbabun nuzul yaitu sebab-sebab turunya al-qur’an.

“Maka dapat dipahami bahwa peristiwa turunnya Al-Qur’an yang lengkap dan sempurna, hanya terjadi dari Allah ke Lauhul Mahfudz dan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul izzaah dan terjadi dalam satu malam yaitu pada malam Ramadhan, sedangkan dari Baitul Izza kepada Nabi Muhammad SAW., diturunkan secara berangsur-angsur, dan turunnya bisa di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan.”

Di akhir ceramahnya Husban Abady menguraikan secara singkat isi dan kandungan Al Qur’an, dengan mengatakan bahwa Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pedoman dan petunjuk hidup bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini maupun kehidupan di akhirat kelak, Al Qur’an juga menjadi sumber hukum tertinggi dan utama dalam islam, sehingga semua aturan hukum dibawahnya harus bersesuaian, seperti hadis, ijma, qiyas, ijetihad, fatwah maupun pendapat ulama lainnya tidak boleh bertentangan dengan Al Qur’an.

Isi dan kandungan Al Qur’an sangat lengkap dan kompleks, mengatur semua aspek kehidupan mulai dari akidah, ibadah, muamalah, hukum, sejarah, akhlak, ilmu pengetahuan dan teknologi serta janji dan ancaman, tidak ada keraguan sedikit pun terhadap kebenaran isi dan kandungan Al Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT., dalam Surah Al Baqarah ayat 2 yang artinya : “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” pungkas Sekretaris Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Sulsel ini mengakhiri ceramahnya.

ads

Comment