Sifat Munafik Dan Bahayanya

ads

 

TAJUK UTAMA, MAKASSAR – Atas permintaan pembaca Tajuk Utama, kemarin kami memuat ceramah subuh Letkol Sus Husban Abady di Masjid Arrahman, Jl. Ince Daeng Ngoyo dengan judul meraih kemuliaan Islam.

ads

Untuk Edisi kali ini, kami kembali memuat ceramah tarwih malam ke 10 dengan tema *Sifat Munafiq Dan Bahayanya* di Masjid Nurul Al Aqsha, dekat Rumah Pribadi Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto, Jl. Amirullah, Makassar (11/4/2022).

Husban Abady mengatakan bahwa
Salah satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT, adalah sifat munafik, karena orang munafik itu adalah orang yang suka berpura-pura, yang perkataannya tidak sesuai dengan tindakan atau kenyataan, munafik itu adalah perbuatan yang sangat jahat, makanya Allah memberi ancaman bahwa orang munafik itu akan ditempatkan paling bawah dalam neraka.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT., dalam Al Qur’an Surah An-Nisa ayat 145 yang artinya : “Sungguh, orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”

Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan ini mengatakan “Orang yang bersifat munafik akan merugikan dirinya sendiri, orang munafik tidak akan dipercaya oleh orang lain, perbuatan munafik dapat memunculkan permusuhan atau ketidak harmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, karena dapat menjerumuskan orang lain.

Orang munafik adalah pendusta, sesuai dengan firman Allah SWT., dalam Al Qur-an Surah Al Munafiqun ayat 1 yang artinya: “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, “Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.”

Lebih lanjut Husban Abady menyampaikan bahwa ciri-ciri orang munafik itu ada 3 yaitu: bila dia berbicara banyak bohongnya, bila berjanji dia mengingkari janjinya, dan apabila diberi amanah dia menghianati orang yang memberi amanah.

Hal tersebut sesuai dengan Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga; apabila berkata ia berbohong, apabila berjanji mengingkari, dan bila dipercaya mengkhianati.”

“Disamping suka berbohong, orang munafik juga suka mengingkari janji yang pernah diucapkan, dan inilah yang banyak terjadi dewasa ini, banyak orang yang suka mengumbar janji kepada masyarakat, tetapi setelah memperoleh apa yang diinginkan maka dia lupa dengan janjinya.

Oleh karena itu jangan suka berjanji apabila tidak dapat ditepati, apalagi menjanjikan sesuatu yang tidak masuk akal dan sulit untuk diwujudkan, karena janji itu sama dengan utang yang harus dibayar”, sesuai dengan firman Allah SWT., dalam Al Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 34 yang artinya: “Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya”

Dengan suara yang intonasinya sedikit dinaikkan, Husban Abady mengatakan bahwa ciri yang ketiga orang itu dikatakan munafik, apabila diberi amanah dia hianat, orang semacam ini, perbuatan dan ucapannya tidak dapat dipercaya, sebagai contoh, semua orang yang akan menduduki jabatan pernah bersumpah, dimana sumpahnya didahului dengan kalimat “Demi Allah saya bersumpah…, tetapi sumpah tinggal sumpah, ketika mereka sudah menduduki jabatan, dalam pelaksanaan tugasnya mereka melanggar sumpah yang pernah diucapkan.

“Jadi pada hakikatnya orang munafik adalah orang-orang yang telah menipu Allah SWT., menipu Rasulullah SAW., dan menipu orang-orang beriman, mereka tidak akan mendapatkan pertolongan di akhirat kelak dan mereka akan diberi siksaan yang amat pedih”, Kata mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin ini menutup ceramahnya.

ads

Comment