Tuntuntan Aliansi Solidaritas Mahasiswa Yapma, Selamatkan Demokrasi Indonesia

ads

Tajukutama, Makassar, Senin (11/4/2022), aliansi solidaritas mahasiswa Yapma selamatkan demokrasi Indonesia.. ditengah krisis yang menampar dunia secara global.

Tiap negara dalam hal pemerintahnya memeras otak juga menguras tenaga dalam melahap solusi serta alternatif dalam menjawab pemulihan kebijakan ekonomi secara totalitas. hal yang berbeda justru dirasakan oleh bangsa Indonesia.

ads

Bagaimana tidak, krisis yang sama dialami akibat dari covid 19 yang tidak sekedar menyerang membunuh secara biologis, tapi juga mengempur sendi ekonomi bangsa dan membuat kita, rakyat Indonesia seluruhjnya berada dalam satu tingkat kepanikan yang mengerikan.

Alih-alih mencari solusi dalam menjawab krisis ekonomi yang kian hari mencekik rakyat, pemerintah Indonesia bermain mata, berselingkuh dengan elit oligarki hingga melahirkan sederet kebijakan politik sebagai hasil dari sebuah muslihat busuk yang rapih terkonsolidasi sejak awal.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga sembako, melangkahkan minyak goreng, kenaikan PPN dan masih banyak lagi kebijakan busuk yang sengaja dipaksakan kepada kita, rakyat Indonesia seluruh.

Ironinya, ditambah lagi dengan wacana yang diproduksi keluar dari corong istana, soalnya perpanjangan atau penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, dengan dalil ketidakmampuan kas negara untuk membiayai agenda 5 tahun sekali tersebut.

Sementara itu negara dalam hal ini pemerintah tetap ngotot dan memaksakan untuk pindahan ibukota negara yang tentunya memakan biaya ratusan triliunan.

Ada apa.? Maka dengan itu kami menuntut. 1.wujudkan sembako murah, 2.Turunkan harga BBM, 3. Turunkan PPN, 4. Tolak pemindahan IKN, 5. Pulihkan ekonomi rakyat Indonesia, 6. Tolak perpanjangan atau penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Sikap aliansi. Jika tuntutan kami dari aliansi atau mahasiswa Indonesia secara keseluruhan tidak diindahkan, maka kami akan datang lagi, lagi, lagi, dan lagi. Sampai menang.

ads

Comment