Bupati Soppeng Serahkan LKPJ 2021 kepada Ketua DPRD Soppeng dalam Rapat Paripurna

Tajukutama.com, Soppeng -- Rapat Paripurna Pembicaraan TK. I DPRD Kabupaten Soppeng dalam rangka sambutan/penjelasan sekaligus menyerahan secara resmi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2021.

Rapat paripurna tersebut berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Jalan Salotungo Watansoppeng, Jum'at, 8 April 2022.
Rapat yang dipimpin dan dibuka Ketua DPRD Soppeng H. Syahruddin M Adam, S.Sos, M.M.,tersebut, dilakukan  penyerahan secara resmi  LKPJ 2021 oleh Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak, S.E ., kepada Ketua DPRD Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos., M.M.
Bupati Soppeng dalam sambutannya mengatakan penyerahan dan penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala Daerah yang disampaikan dalam paripurna DPRD.
Terhadap LKPJ, Bupati sampaikan, berdasarkan pasal 69 ayat (2) Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dimana Kepala Daerah wajib menyampaikan LKPJ berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, menyatakan, bahwa LKPJ disampaikan oleh Kepala Daerah dalam rapat Paripurna DPRD, kemudian dibahas oleh DPRD secara Internal sesuai dengan Tata Tertib DPRD yang menetapkan keputusan DPRD selanjutnya disampaikan kepada Kepala Daerah dalam rapat paripurna sebagai rekomendasi untuk menyampaikan penyelenggaraan pemerintah daerah ke depan.
.
Bupati Soppeng A. Kaswadi Razak berharap, rekomendasi dimaksud bersifat Konstruktif berada dalam frame perbaikan yang bermuara pada perbaikan kinerja.
Dikatakan, sebagai wujud tata kelola pemerintah yang baik (Good Governance), maka laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Daerah tetap berpedoman pada rencana kerja pemerintah Daerah dan merupakan pertanggungjawaban Bupati untuk tahun terakhir pada Rencana pembangunan Jangka menengah Daerah Kabupaten soppeng periode tahun 2021 – 2026.
Penyampaian LKPJ tahun 2021, lanjutnya, sebagai bentuk transparansi dan Akuntabilitas pemerintah Daerah kepada masyarakat melalui DPRD, sebagai gambaran kinerja pembangunan sepanjang tahun 2021 dan merupakan tugas pembantuan dan kewenangan pemerintah Daerah dan urusan Pemerintah Daerah Provinsi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng.
Disampaikan juga, gambaran Umum APBD Kabupaten Soppeng Tahun 2021 setelah perubahan sebagai berikut:
Pendapatan Daerah yang ditargetkan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng pada tahun 2021 adalah sebesar Rp. 1.186.545.478.840,00 (1 trilyun 186 Milyar 545 juta 478 ribu 840 Rupiah) dan terealisasi sebesar Rp. 1.211.844.516.827,00 ( 1 Trilyun 211 milyar 844 juta 516 ribu 827 Rupiah) atau 102,13 persen. Proporsi terbesar pendapatan masih bersumber dari pendapatan dan transfer dari pemerintah pusat dengan persentase mencapai 99,80 persen dari total realisasi pendapatan.
Target realisasi pendapatan sepanjang tahun 2021 sebagai berikut :
1. Pendapatan Asli Daerah terealisasi sebesar Rp. 155.453.702.843,90,00 (155 Milyar 453 juta 702 ribu 843 Rupiah 90 sen) atau 104,44 persen melampou target yang ditetapkan sebesar 133.459.021.086,00 (133 Milyar 499 Juta 21 ribu 86 Rupiah).
2. Dana Perimbangan teralisasi sebesar Rp. 1.013.696.896.278,00 (1 trilyun 13 milyar 696 juta 896 ribu 278 rupiah) atau 99,80 persen dari target 1.015.898.976.346,00 (1 Trilyun 15 milyar 698 juta 976 ribu 346 rupiah).
3. Lain lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar RP. 42.693.917.706,00 (42 MILIYAR 693 JUTA 917 RIBU 706 RUPIAH) atau 114,32 persen dari target yang ditetapkan sebesar  Rp. 37.347.490.408,00 ( 37 MILIYAR 347 JUTA 490 RIBU 408 RUPIAH ).
Selanjutnya, lanjut Bupati, Belanja Daerah yang Ditargetkan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng Pada Tahun 2021 Adalah Sebesar Rp. 1.307.375.584.577,00 (1 TRILYUN 307 MILYAR 375 JUTA 584 RIBU 577 RUPIAH ) dan direalisasikan sebesar Rp. 1.115.036.916.234,37 (1 TRILYUN 155 MILYAR 36 JUTA 916 RIBU 234 RUPIAH 37 SEN) atau 85,29 persen dengan rincian sebagai berikut:
1. Belanja oprasional direalisasikan sebesar Rp. 867.045.286.817,00 (867 milyar 45 juta 286 ribu 817 rupiah ) atau 88,17 persen dari target Rp. 892.903.337.683,00 (892 milyar 903 juta 337 ribu 683 rupiah)
2. Belanja modal direalisasikan sebesar Rp. 211.659.162.253,37 (211 milyar 659 juta 162 ribu 253 rupiah 37 sen) atau 71,29 dari target Rp 296.886.314.251,00 (296 milyar 886 juta 314 ribu 251 rupiah).
3. Belanja tidak terduga direalisasikan sebesar Rp.629.389.500,00 (629 milyar 389 juta 580 ribu 939 rupiah) atau 29,78 persen dari target Rp. 2.113.580.939,00 (2 milyar 133 juta 580 ribu 939 rupiah)
4. Belanja transfer direalisasikan sebesar Rp. 115.441.678.257,00 (115 milyar 441 juta 678 ribu 257 rupiah) atau 99,97 persen dari target Rp 115.472.351.704,00 (115 milyar 472 juta 351 ribu 704 rupiah).
Bupati juga menyampaikan, melalui karya dan kerja nyata, dari waktu ke waktu pembangunan di Kab. Soppeng semakin lebih baik dan melalui visi Kabupaten Soppeng priode 2021-2026 yakni
‘’Soppeng yang lebih baik melayani, maju dan sejahtera’’.
Ini dapat tercermin melalui beberapa capaian indikator makro tahun trakhir ini, di antaranya:
Indeks pembangunan manusia yang terakserelasi dari 65,95 poin pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 68,99 poin pada tahun 2021. Secara umum kenaikan angka IPM Kabupaten Soppeng meningkat sejak tahun 2016 hingga tahun 2021 sebesar 3,04 poin, hal ini membuktikan kualitas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Soppeng meningkat kualitas dan kapasitasnya.
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020, lanjut Bupati menjelaskan, sebesar 2,19% yang tumbuh positif dan menempati urutan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini, jelasnya, membuktikan bahwa meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 tetapi Kab. Soppeng masih bisa tumbuh ekonominya dan pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Soppeng terus tumbuh menjadi 6,15%.
Dijelaskan, PDRB/kapita telah meningkat signifikan dari Rp.34.890.000 pada tahun 2016 menjadi Rp.52.750.000 di tahun2021. Peningkatan PDRB/kapita ini telah berperan dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan pengeluaran komsusmsi masyarakat Kabupaten Soppeng
Dari segi  kesejahteraan sosial, lanjut Bupati menjelaskan, telah terjadi penurunan menjadi 17.270 jiwa (2021) atau berkurang sebanyak 1.850 jiwa dengan persentase dari 8,45% di tahun 2016 dan pada tahun 2021 menurun menjadi 7,54%.
Selain itu, jelas Bupati, salah satu aspek pembangunan daerah yang tidak kalah pentingnya adalah sektor insfratruktur. Selama tahun 2016 sampai dengan 2021 jalan yang telah dibangun, ditingkatkan dan dipelihara sepanjang 667 KM. Untuk tahun 2021 jalan kabupaten yang dikerjakan sepanjang 17,4 KM, jalan desa tahun 2021 sepanjang 45,5 KM serta jalan lingkungan melalui dana kelurahan sepanjang 6,68 KM, dan irigasi sepanjang 15 km , dan rehabilitasi 6 bendungan dan 2 embung.
Pembangunan infrastktur tersebut telah meningkatkan capaian kinerja terhadap presentase jalan kabupaten dalam kondisi baik tahun 2021 sebesar 57,22% meningkatkan pada tahun 2016 sebelumnya sebesar 37,29% sementara itu presentase irigasi kabupaten dalam kondisi baik pada tahun 2021 telah mencapai 98,19 juga terus mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebesar 85,84%.
Selain itu juga, jelasnya, presentase rumah tinggal bersanitasi dari tahun 2016 sebesar 83,29% terus mengalami peningkatan sebanyak 99,95% di tahun 2021. Selain itu melalui bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ke Kabupaten Soppeng, untuk pembangunan jalan sejak 2019 sampai dengan tahun 2020 telah dikerjakan sepanjang 16,14 km jalan kabupaten di Kabupaten Soppeng.
Dikatakan, keberhasilan terhadap peningkatan pembangunan infrakruktur tersebut berdampak pada meningkatnya indeks insfrakruktur daerah pada tahun 2021 sebesar 69,5% dibandingkan tahun 2020 sebesar 60,03%.
Bupati dalam rapat paripurna itu juga menyampaikan, beberapa strategi dan arah kebijakan pembangunan yang telah diimplamentasikan yaitu;
1. Pada sektor pendidikan rata rata lama sekolah pada tahun 2016 sebesar 7,06 tahun, sedangkan pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 7,82 tahun. Selain itu untuk indikator harapan lama sekolah di tahun 2016 sebsar 12,2 tahun dan mengalami peningkatan di tahun 12,2 tahun dan mengalami peningkatan di tahun 2021 sebesar 13,05 tahun. Peningkatan indikator tersebut menunjukkan tingkat pendidikan yang semakin membaik telah mempengaruhi nilai indeks pendidikan Kabupaten Soppeng dari 62.32 poin di tahun 2020 dan meningkat menjadi 62.32 poin pada tahun 2021
2. Sektor kesehatan, pada indikator pembangunan kinerja umum harapan hidup pada tahun 2016 sebesar 68,62 tahun pada tahun 2021 meningkat menjadi 69,81 tahun, ini merupakan tolak ukur tingkat kesehatan masyarakat kita semakin membaik.selain itu dalam rangka pencegahan wabah covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya menjaga keselamatan seluruh masyarakat Soppeng, dengan tingkat capain indikator sektor kesehatan tersebut berdampak pada meningkatnya nilai indek kesehatan di Kabupaten Soppeng sebesar 76,38 poin di tahun 2020 dan di tahun 2021 meningkat menjadi 76,63 poin.
3. Untuk sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan serta memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng.
Adapun beberapa capaian kinerja kerja pada sektor pertanian di Kabupaten Soppeng, Bupati menguraikan beberapa sektor.
Rapat Paripurna ini, turut dihadiri Anggota Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Sekda Soppeng, pejabat eselon II serta para camat se-Kab.Soppeng. (diskominfo/usa)

ads

Tajukutama.com, Soppeng — Rapat Paripurna Pembicaraan TK. I DPRD Kabupaten Soppeng dalam rangka sambutan/penjelasan sekaligus menyerahan secara resmi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2021.

Rapat paripurna tersebut berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Jalan Salotungo Watansoppeng, Jum’at, 8 April 2022.
Rapat yang dipimpin dan dibuka Ketua DPRD Soppeng H. Syahruddin M Adam, S.Sos, M.M.,tersebut, dilakukan  penyerahan secara resmi  LKPJ 2021 oleh Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak, S.E ., kepada Ketua DPRD Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos., M.M.
Bupati Soppeng dalam sambutannya mengatakan penyerahan dan penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala Daerah yang disampaikan dalam paripurna DPRD.
Terhadap LKPJ, Bupati sampaikan, berdasarkan pasal 69 ayat (2) Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dimana Kepala Daerah wajib menyampaikan LKPJ berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, menyatakan, bahwa LKPJ disampaikan oleh Kepala Daerah dalam rapat Paripurna DPRD, kemudian dibahas oleh DPRD secara Internal sesuai dengan Tata Tertib DPRD yang menetapkan keputusan DPRD selanjutnya disampaikan kepada Kepala Daerah dalam rapat paripurna sebagai rekomendasi untuk menyampaikan penyelenggaraan pemerintah daerah ke depan.
.
Bupati Soppeng A. Kaswadi Razak berharap, rekomendasi dimaksud bersifat Konstruktif berada dalam frame perbaikan yang bermuara pada perbaikan kinerja.
Dikatakan, sebagai wujud tata kelola pemerintah yang baik (Good Governance), maka laporan keterangan pertanggungjawaban kepala Daerah tetap berpedoman pada rencana kerja pemerintah Daerah dan merupakan pertanggungjawaban Bupati untuk tahun terakhir pada Rencana pembangunan Jangka menengah Daerah Kabupaten soppeng periode tahun 2021 – 2026.
Penyampaian LKPJ tahun 2021, lanjutnya, sebagai bentuk transparansi dan Akuntabilitas pemerintah Daerah kepada masyarakat melalui DPRD, sebagai gambaran kinerja pembangunan sepanjang tahun 2021 dan merupakan tugas pembantuan dan kewenangan pemerintah Daerah dan urusan Pemerintah Daerah Provinsi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng.
Disampaikan juga, gambaran Umum APBD Kabupaten Soppeng Tahun 2021 setelah perubahan sebagai berikut:
Pendapatan Daerah yang ditargetkan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng pada tahun 2021 adalah sebesar Rp. 1.186.545.478.840,00 (1 trilyun 186 Milyar 545 juta 478 ribu 840 Rupiah) dan terealisasi sebesar Rp. 1.211.844.516.827,00 ( 1 Trilyun 211 milyar 844 juta 516 ribu 827 Rupiah) atau 102,13 persen. Proporsi terbesar pendapatan masih bersumber dari pendapatan dan transfer dari pemerintah pusat dengan persentase mencapai 99,80 persen dari total realisasi pendapatan.
Target realisasi pendapatan sepanjang tahun 2021 sebagai berikut :
1. Pendapatan Asli Daerah terealisasi sebesar Rp. 155.453.702.843,90,00 (155 Milyar 453 juta 702 ribu 843 Rupiah 90 sen) atau 104,44 persen melampou target yang ditetapkan sebesar 133.459.021.086,00 (133 Milyar 499 Juta 21 ribu 86 Rupiah).
2. Dana Perimbangan teralisasi sebesar Rp. 1.013.696.896.278,00 (1 trilyun 13 milyar 696 juta 896 ribu 278 rupiah) atau 99,80 persen dari target 1.015.898.976.346,00 (1 Trilyun 15 milyar 698 juta 976 ribu 346 rupiah).
3. Lain lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar RP. 42.693.917.706,00 (42 MILIYAR 693 JUTA 917 RIBU 706 RUPIAH) atau 114,32 persen dari target yang ditetapkan sebesar  Rp. 37.347.490.408,00 ( 37 MILIYAR 347 JUTA 490 RIBU 408 RUPIAH ).
Selanjutnya, lanjut Bupati, Belanja Daerah yang Ditargetkan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng Pada Tahun 2021 Adalah Sebesar Rp. 1.307.375.584.577,00 (1 TRILYUN 307 MILYAR 375 JUTA 584 RIBU 577 RUPIAH ) dan direalisasikan sebesar Rp. 1.115.036.916.234,37 (1 TRILYUN 155 MILYAR 36 JUTA 916 RIBU 234 RUPIAH 37 SEN) atau 85,29 persen dengan rincian sebagai berikut:
1. Belanja oprasional direalisasikan sebesar Rp. 867.045.286.817,00 (867 milyar 45 juta 286 ribu 817 rupiah ) atau 88,17 persen dari target Rp. 892.903.337.683,00 (892 milyar 903 juta 337 ribu 683 rupiah)
2. Belanja modal direalisasikan sebesar Rp. 211.659.162.253,37 (211 milyar 659 juta 162 ribu 253 rupiah 37 sen) atau 71,29 dari target Rp 296.886.314.251,00 (296 milyar 886 juta 314 ribu 251 rupiah).
3. Belanja tidak terduga direalisasikan sebesar Rp.629.389.500,00 (629 milyar 389 juta 580 ribu 939 rupiah) atau 29,78 persen dari target Rp. 2.113.580.939,00 (2 milyar 133 juta 580 ribu 939 rupiah)
4. Belanja transfer direalisasikan sebesar Rp. 115.441.678.257,00 (115 milyar 441 juta 678 ribu 257 rupiah) atau 99,97 persen dari target Rp 115.472.351.704,00 (115 milyar 472 juta 351 ribu 704 rupiah).
Bupati juga menyampaikan, melalui karya dan kerja nyata, dari waktu ke waktu pembangunan di Kab. Soppeng semakin lebih baik dan melalui visi Kabupaten Soppeng priode 2021-2026 yakni
‘’Soppeng yang lebih baik melayani, maju dan sejahtera’’.
Ini dapat tercermin melalui beberapa capaian indikator makro tahun trakhir ini, di antaranya:
Indeks pembangunan manusia yang terakserelasi dari 65,95 poin pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 68,99 poin pada tahun 2021. Secara umum kenaikan angka IPM Kabupaten Soppeng meningkat sejak tahun 2016 hingga tahun 2021 sebesar 3,04 poin, hal ini membuktikan kualitas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Soppeng meningkat kualitas dan kapasitasnya.
Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020, lanjut Bupati menjelaskan, sebesar 2,19% yang tumbuh positif dan menempati urutan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini, jelasnya, membuktikan bahwa meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 tetapi Kab. Soppeng masih bisa tumbuh ekonominya dan pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Soppeng terus tumbuh menjadi 6,15%.
Dijelaskan, PDRB/kapita telah meningkat signifikan dari Rp.34.890.000 pada tahun 2016 menjadi Rp.52.750.000 di tahun2021. Peningkatan PDRB/kapita ini telah berperan dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan pengeluaran komsusmsi masyarakat Kabupaten Soppeng
Dari segi  kesejahteraan sosial, lanjut Bupati menjelaskan, telah terjadi penurunan menjadi 17.270 jiwa (2021) atau berkurang sebanyak 1.850 jiwa dengan persentase dari 8,45% di tahun 2016 dan pada tahun 2021 menurun menjadi 7,54%.
Selain itu, jelas Bupati, salah satu aspek pembangunan daerah yang tidak kalah pentingnya adalah sektor insfratruktur. Selama tahun 2016 sampai dengan 2021 jalan yang telah dibangun, ditingkatkan dan dipelihara sepanjang 667 KM. Untuk tahun 2021 jalan kabupaten yang dikerjakan sepanjang 17,4 KM, jalan desa tahun 2021 sepanjang 45,5 KM serta jalan lingkungan melalui dana kelurahan sepanjang 6,68 KM, dan irigasi sepanjang 15 km , dan rehabilitasi 6 bendungan dan 2 embung.
Pembangunan infrastktur tersebut telah meningkatkan capaian kinerja terhadap presentase jalan kabupaten dalam kondisi baik tahun 2021 sebesar 57,22% meningkatkan pada tahun 2016 sebelumnya sebesar 37,29% sementara itu presentase irigasi kabupaten dalam kondisi baik pada tahun 2021 telah mencapai 98,19 juga terus mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebesar 85,84%.
Selain itu juga, jelasnya, presentase rumah tinggal bersanitasi dari tahun 2016 sebesar 83,29% terus mengalami peningkatan sebanyak 99,95% di tahun 2021. Selain itu melalui bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ke Kabupaten Soppeng, untuk pembangunan jalan sejak 2019 sampai dengan tahun 2020 telah dikerjakan sepanjang 16,14 km jalan kabupaten di Kabupaten Soppeng.
Dikatakan, keberhasilan terhadap peningkatan pembangunan infrakruktur tersebut berdampak pada meningkatnya indeks insfrakruktur daerah pada tahun 2021 sebesar 69,5% dibandingkan tahun 2020 sebesar 60,03%.
Bupati dalam rapat paripurna itu juga menyampaikan, beberapa strategi dan arah kebijakan pembangunan yang telah diimplamentasikan yaitu;
1. Pada sektor pendidikan rata rata lama sekolah pada tahun 2016 sebesar 7,06 tahun, sedangkan pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 7,82 tahun. Selain itu untuk indikator harapan lama sekolah di tahun 2016 sebsar 12,2 tahun dan mengalami peningkatan di tahun 12,2 tahun dan mengalami peningkatan di tahun 2021 sebesar 13,05 tahun. Peningkatan indikator tersebut menunjukkan tingkat pendidikan yang semakin membaik telah mempengaruhi nilai indeks pendidikan Kabupaten Soppeng dari 62.32 poin di tahun 2020 dan meningkat menjadi 62.32 poin pada tahun 2021
2. Sektor kesehatan, pada indikator pembangunan kinerja umum harapan hidup pada tahun 2016 sebesar 68,62 tahun pada tahun 2021 meningkat menjadi 69,81 tahun, ini merupakan tolak ukur tingkat kesehatan masyarakat kita semakin membaik.selain itu dalam rangka pencegahan wabah covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya menjaga keselamatan seluruh masyarakat Soppeng, dengan tingkat capain indikator sektor kesehatan tersebut berdampak pada meningkatnya nilai indek kesehatan di Kabupaten Soppeng sebesar 76,38 poin di tahun 2020 dan di tahun 2021 meningkat menjadi 76,63 poin.
3. Untuk sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan serta memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng.
Adapun beberapa capaian kinerja kerja pada sektor pertanian di Kabupaten Soppeng, Bupati menguraikan beberapa sektor.
Rapat Paripurna ini, turut dihadiri Anggota Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Sekda Soppeng, pejabat eselon II serta para camat se-Kab.Soppeng. (diskominfo/usa)

ads
ads

Comment