Kamad MAN 1 Makassar Bareng Wakamad Humas Ikuti Talkshow Madrasah Cakap Digital

ads

TajukUtama.Com, Makassar – Tugas pertama Direktorat Guru, Tenaga Pendidik dan Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI adalah memastikan, meningkatkan kualifikasi guru, saat ini terdapat 777 ribuan lebih tenaga pendidik dan kependidikan, sebanyak 52 ribu lebih guru belum berkualifikasi S1.

“Bagi guru yang belum berkualifikasi S1 tersebut saat ini, telah disiapkan beasiswa program peningkatan kualifikasi dan sebanyak 1,4 milyar beasiswa disiapkan, bagi semua daerah yang ada di Sulawesi Selatan dapat memanfaatkan beasiswa tersebut”,

Demikian disampaikan Direktur GTK Madrasah M. Zein dalam sambutannya pada acara ‘Talkshow Madrasah Cakap Digital’ yang dilaksanakan pertama oleh MAN 3 Kota Makassar yang diikuti sekitar 500 orang guru se- Sulsel secara offline dan online termasuk 10 orang guru MAN 1 Kota Makassar, hadir Kepala MAN 1 Kota Makassar Dr. Luqman MD, S.Ag., S.E., M.M., bersama Wakamad. Humas.

ads
ads

Lebih lanjut M. Zein menyampaikan, tugas kedua adalah meningkatkan Kompetensi Guru, dulu orang literasinya membaca buku, sekarang berkembang menjadi literasi membaca, literasi science, literasi numerasi, literasi budaya (culture), literasi digital dan literasi etik.

Melalui Program besar Kominfo yang akan menyapa sekitar 12 juta penduduk Indonesia melalui program Presiden Jokowi, kita akan mewujudkan Indonesia dengan Digital Society, Indonesia dengan cakap digital.

Tambahnya, karena kita di Kementerian Agama maka kepada para guru, laboran, Kepala Madrasah, pengawas Madrasah harus mengerti digital, hp tidak menjadi sarang menyebarkan hoax dan tidak boleh menshare sembarangan secara digital, karena itu harus berhati-hati karena setiap orang ada jejak rekam digitalnya.

Literasi digital sangat penting, Madrasah harus merebut peradaban ini dengan literasi digital yang baik. Kepada para guru, laboran, Kepala Madrasah, dan pengawas Madrasah, tugas dan pekerjaan akan lebih ringan dengan literasi digital, sepanjang tidak dengan teknologi literasi digital, maka guru akan menghadapi kesulitan dalam mengajar.

“Kepada semua guru dan kepala madrasah, sekarang ini kita memasuki pembelajaran tatap muka terbatas, tolong menjaga protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, mencuci tangan jaga jarak terus-menerus, dan banyak Berdo’a dan bagi siswa yang memilih belajar dari rumah, maka guru harus mampu menerapkan blanded metod atau blanded learning”, harapnya.

Pentingnya program Madrasah makin cakap digital, bersama dengan Kominfo Learning Loss yang melanda seluruh dunia dan negara kita, In Sha Allah menggantinya dengan learning recovery atau pemulihan pembelajaran lewat digital learning. Demikian Guru Hebat, Siswa Cerdas, Madrasah Bermartabat”, tegas Direktur GTK ini.

Selanjutnya sambutan Dirjen Aptika Kominfo RI, Samuel Pangerapan, secara online menyampaikan, Kominfo terus menerus akan melakukan literasi digital dan meningkatkan literasi digital di seluruh Indonesia.

Literasi Digital adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan kementerian Kominfo bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kepada Siberkreasi dengan program ‘Madrasah Digital’, mari kita tingkatkan indeks literasi digital Indonesia sebagai kunci dan pondasi utama yang harus kita semua miliki, adanya kerjasama yang baik maka akan mempercepat terwujudnya proses digital Indonesia, agar Indonesia menjadi lebih baik, ujarnya.

Kegiatan selanjutnya tak kalah penting adalah hadirnya beberapa narasumber yang ikut melengkapi talkshow, langsung dibawakan Koordinator Literasi Digital Kemenkominfo Rizki Amelia, Mafindo Makassar dan Jepelidi Makassar, diakhiri dengan tanya jawab talkshow Madrasah Cakap Digital.(*)

ads
ads
ads

Video

Leave a Reply