Nasib Negeri di Tangan Demokrasi

ads

Tajukutama.com, Makassar – Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Hal ini ditandai dengan dijalankannya pemerintahan secara langsung oleh wakil-wakil yang dipilih oleh rakyat di dalam sebuah pemilihan umum. Negeri dengan sistem demokrasi, baru-baru ini dikatakan gagal dalam mengatasi pandemi. Lantas, bagaimana dengan Indonesia yang disebut sebagai negara terburuk di dunia. Ada apakah gerangan?

Dikutip dari tribunnews.com, laporan ketahanan terhadap covid-19 yang dibuat oleh Bliomberg pada 27 juli 2021, bahwa Indonesia dilaporkan sebagai negara yang paling buruk dalam menangani covid-19. Indonesia menduduki peringkat 53 dari 53 negara yang dianalisis oleh Bliomberg. artinya, Indonesia berada di posisi terbawah dengan skor 40,2 dan turun empat peringkat dari laporan sebelumnya (31/7/2021).

Pahami Akar Masalahnya

ads
ads

Gelombang protes rakyat karena kegagalan pemerintah menangani pandemi masih berporos pada pakem demokrasi. Paling jauh dengan mendorong sikap otoriter seperti presiden Tunisia. Padahal, akar permasalahan sesungguhnya tidak terletak pada hal tersebut. Namun pada sistem demokrasi.

Dikutip dari republika.co.id, 1/7/2021, penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mendesak presiden Tunisia pada Sabtu (31/7) untuk segera membawa negaranya kembali ke “jalur demokrasi” setelah mengambil alih kekuasaan pemerintah pada Ahad lalu (25/7).

Permasalahan pandemi saat ini, yang gagal diatasi oleh pemerintah di berbagai negara seperti Tunisia, Indoadalah persoalan cabang. Pokok permasalahan sebenarnya terjadi adalah sistem yang digunakan oleh negeri ini. Sistem atau idiologi kapitalisme yang menggawangi diterapkannya aturan yang memiliki ciri khas liar. Siapa yang kuat, memiliki modal, dan berkuasa, maka dialah yang bertahan dan mengatur segala kehidupan negeri tersebut. Segala persoalan selalu dikompromikan, walaupun nyata persoalan tersebut haram.

Selain itu, sistem kapitalisme demokrasi selalu mendahulukan kepentingan segelintir orang. Bahkan, rela mengorbankan siapapun untuk bisa mempertahankan keeksistensian dirinya, termasuk menjual segala sesuatu yang dapat dijadikan keuntungan walaupun termasuk kebutuhan hajat orang banyak yang seharusnya dipenuhi dan dijamin secara gratis oleh pemerintah. Terlebih di masa pandemi, kebutuhan kesehatan seperti pengobatan, perawatan dan pencegahan adalah tanggungjawab negara.

Sayangnya, semua itu akan menjadi isapan jempol semata. Sistem yang tidak mampu menjamin kesejahteraan rakyat. Sistem yang meniscayakan lahirnya individu-individu yang apatis, tidak peduli, bahkan tidak peka terhadap kesulitan orang lain. Lebih parahnya lagi para koruptor dan pejabat tidak amanah lahir dari sistem ini. Maka pahamilah, bahwa akar permasalahan yang kini terjadi pada negeri ini adalah sistem yang diadopsi.

Hanya Islam Tuntas Menangani Pandemi

Islam adalah agama sempurna. Selain sebagai agama juga sebagai ideologi yang berasal dari Allah SWT. Kesempurnaan sistem Islam tentu perlu diketahui oleh publik, agar mendapat gambaran alternatif sistem Islam dan khilafah yang mampu menghentikan pandemi.

Pandemi pernah terjadi di masa kekhalifahan. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan lockdown wilayah yang terpapar virus, dengan melarang mereka keluar dari wilayah tempat tinggalnya dan diimbangi pelarangan siapapun masuk ke wilayah tersebut. Kemudian, pemerintah Islam memenuhi segala kebutuhan mereka di masa lockdown. Pemerintah juga memberikan fasilitas kesehatan sebagai bentuk pencegahan, pengobatan dan pemulihan.

Dengan demikian, pandemi segera teratasi. Sehingga, pandemi tidak mempengaruhi sektor yang lain. Pun biaya yang dikeluarkan pemerintah jelas peruntukkannya dan hak masyarakat dapat terjamin. Oleh karena itu, saatnya beralih ke sistem Islam, sistem yang sempurna menjamin kesejahteraan rakyat, sehingga nasib negeri pun tidak akan diragukan lagi akan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

QS. Al-A’raf Ayat 96

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
Wallahualam bishawab

Penulis: Nur Rahmawati, S.H (Penulis dan Pemerhati Kebijakannya)

ads
ads
ads

Video

Leave a Reply