WRI Indonesia Gelar Bincang Mangrove Keempat, Hadirkan Anggota DPR RI

ads

Tajukutama.com, Makassar – WRI Indonesia kembali menggelar kegiatan sharing atau bincang keempat (4) mangrove secara virtual, Kamis (29/7/2021). Kegiatan ini digelar masih dalam rangka memperingati hari Mangrove sedunia.

Sebelum kegiatan bincang berlangsung pihak panitia memutar kan beberapa video-video TikTok peserta lomba Hari Mangrove Sedunia dengan tema Aku dan Mangrove.

Ragil Satriyo (YLBA/Wetsland Internasional) bertindak selaku pemandu kegiatan atau moderator mengemukakan bahwa kegiatan diskusi ini sangat penting dilakukan dengan menyasar kami lainnya atau anak pemuda Indonesia.

ads
ads

“Kami berharap dengan kegiatan bincang mengurus ini bisa menumbuhkan semangat restorasi rehabilitasi mengurus kepada kami lainnya atau anak muda Indonesia,” ujar Ragil Satriyo.

Lebih lanjut pemandu kegiatan juga sempat merincikan hasil-hasil bincang pada sesi bincang Mangrove 1,2 dan 3.

“Ada bincang versi pertama, diambil kesimpulan bahwa indonesia masih membutuhkan kebijakan yang tegas untuk rehabilitasi ekosistem mangrove. Lalu pada bincang sesi kedua, panitia menarik kesimpulan bahwa ternyata pemetaan mangrove masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan termasuk lokasi rehabilitasi yang potensial. Dan pada sesi ketiga diambil kesimpulan juga bahwa Indonesia memiliki target yang luar biasa yakni menargetkan 600 ribu hektar lokasi untuk direhabilitasi,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu narasumber yang berasal dari pihak pemangku kebijakan yakni Dyah Roro Esti (DPR RI) mengucapkan terima kasih atas undangannya dari WRI Indonesia.

“Sebelumnya terima kasih atas undangannya dari WRI Indonesia yang telah memberikan saya kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam bincang Mangrove kali ini. Ini mengartikan bahwa suara parlemen juga dibutuhkan oleh Mangrove,” ujar Legislator dari Fraksi Golkar itu.

Tak hanya itu, dalam pemaparan materinya ia juga sempat membahas terkait bagaimana peran Mangrove dalam kehidupan masyarakat.

“peran mangrove dalam kehidupan yakni mampu mencegah erosi pantai, sebagai habitat perikanan, menjaga kualitas air dan udara, sumber pendapatan bagi nelayan dan masyarakat daerah pesisir pantai, pengembangan kawasan pariwisata, menjaga iklim dan cuaca, serta meminimalisasi dampak pemanasan global,” tutupnya.

Sekadar diketahui bahwa dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh sebanyak 115 peserta, termasuk panitia dan juga narasumber kegiatan. (Dev)

ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads

Video

Leave a Reply