Kemenag & Kedubes Saudi Bahas Penyelenggaraan Umroh 1443 H

ads

Tajukutama.com, Jakarta – Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Khoirizi bersama jajarannya, hari ini bersilaturahim ke Kedubes Arab Saudi di Jakarta.

Pertemuan terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat ini dihadiri Sekretaris Ditjen PHU Ramadhan Harisman, Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus, Nur Arifin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid, serta Kasubdit Dokumen Haji Nasrullah Jasam. Kunjungan mereka diterima oleh Dubes Saudi, Esham Altsaqafi.

Khoirizi menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan haji 1442 H. Dari 60 ribu jemaah, ada sekitar 327 warga Negara Indonesia di Saudi yang ikut Berhaji.

ads
ads

Pertemuan kedua pihak ini membahas penyelenggaraan Umroh 1443 H. Khoirizi meminta penjelasan dari Dubes terkait edaran Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengenai rencana pembukaan penyelenggaraan umroh pada 10 Agustus 2021.

“Kami meminta penjelasan kepada Duta Besar, mengenai teknis detail pelaksanaan umrah di masa pandemi”, terang Khoirizi di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

“Banyak hal yang berkembang, dan kami meminta informasi resmi dan valid agar isu-isu terkait dengan umroh lebih jelas”, sambungnya.

Kepada Dubes, Plt. Dirjen juga menyampaikan harapan agar jemaah Indonesia mendapat kesempatan jika umroh mulai dibuka pada 1 Muharram 1443 H. “Jumlah antrian jemaah umroh yang tertunda keberangkatannya cukup banyak dan sudah hampir dua tahun menunggu”, ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Khoirizi, Dubes Arab Saudi membenarkan adanya edaran dari Kementerian Haji dan Umrah terkait rencana dibukanya umroh. Namun demikian, detail edaran tersebut, termasuk yang berkenaan Indonesia, masih terus dikoordinasikan.

“Dubes tadi mengatakan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi. Informasinya, akan ada ketentuan detail terkait penyelenggaraan umrah 1443 H, termasuk yang terkait jemaah umrah Indonesia”, papar Khoirizi.

“Tadi Dubes juga menjelaskan, ketentuan kunjungan ke Arab Saudi yang berlaku saat pandemi ini bersifat umum, untuk penyelenggaraan Umroh akan diatur tersendiri”, sambungnya.

Terkait Vaksin Sinovac, Khoirizi menyampaikan pandangan Dubes, yang terpenting adalah sudah mendapatkan persetujuan dari WHO. Dubes juga mengatakan, pihaknya sangat memahami psikologi Umat Islam, khususnya di Indonesia, serta kerinduan mereka untuk berkunjung ke Haromain dan berziarah ke makam Baginda Rasulullah SAW sangat tinggi.

“Oleh karena itu, kita semua berharap pandemi ini segera dapat diatasi dengan baik, sehingga bisa kembali seperti sediakala”, pungkas Khoirizi menyampaikan harapan Dubes.(*)

 

ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads

Video

Leave a Reply