TKA Berdatangan, Nyawa Rakyat Dipertaruhkan

ads
ads

Tajukutama.com, Makassar – Di tengah situasi pandemi yang tak terkendali, serta diterapkanya PPKM darurat di negeri ini banyak TKA yang datang dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Bagaimana bisa berjalan efektif menurunkan angka penurunan korban covid19 jika gerak masyarakat lokal di cekal, akan tetapi TKA tetap legal masuk ke negara kita?.

Dilansir dari Suara.com Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono meminta Presiden Joko Widodo tak tebang pilih dalam menegakkan aturan PPKM Darurat. Poyuono mendesak Jokowi menindak menteri yang sengaja beri karpet merah masuknya Tenaga Kerja Asing atau TKA ke Indonesia di tengah PPKM Darurat.
“Harus ada menteri yang bertanggung jawab yang memiliki hubungan masuknya TKA yang membawa penyebaran virus corona varian delta yang sangat masif saat ini,” kata Poyuono kepada wartawan, Jumat (9/7/2021).

Dari fakta di atas bisa dikatakan bahwa pemerintah plin plan dalam menerapakn kebijakan untuk menangani pandemi ini. Jelas terlihat jika bebasnya TKA masuk ke Indonesia membuat geram dan gaduh di tengah masyarakat. Seakan aturan yang dibuat hanya permainan belaka, tak serius memutus rantai penyebaran virus covid19 serta jenis varian baru lainnya.

ads
ads

Jika TKA terus berdatangan ke negeri ini sama saja seperti tutup lubang galih lubang. Tidak akan selesai sebab kita menjalankan lockdown secara lokal saja. Kunci utama penanganan pandemi ini ialah haruslah lockdown total untuk semua lini ,terkecuali pusat kesehatan. Untuk kebutuhan – kebutuhan masyarakat pemerintah harus menyediakan secara merata ke semua warganya tanpa pandang status sosial, karena kita semua adalah dampak dari pandemi secara global.

Sehingga masyarakat akan patuh terhadap kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah sebab semua kebutuhanya tercukupi tanpa harus keluar rumah untuk bekerja. Kalau kita lihat sekarang banyak warga mengeluh serta sudah muak atau bosan dengan kebijakn plin – plan yang tak memberi solusi secara pasti.

Dengan dalih bahwa TKA masuk ke negeri ini dalam rangka investasi, serta alasan lainya. Padahal jelas saja jika banyak warga asing masuk ke negara kita ini menjadi deretan panjang nyawa rakyat jadi taruhanya. Jika kita lihat data angka kematian .Melansir Worldometers pada Selasa (13/7/2021) pukul 13.00 WIB, sejauh ini Indonesia berada di posisi ke-16 secara global dengan 2.567.630 kasus positif Covid-19. Dari jumlah ini, sebanyak 2.119.478 orang telah dinyatakan sembuh dan kematian yang terjadi mencapai angka 67.355 kasus.

Dari data – data diatas seharusnya pemerintah harus sadar bahwa kebijakanya melegalkan TKA masuk membuat beban nakes bertambah, angka kematian meningkat serta beban negara pun juga tambah berat.

Kenapa hal ini bisa terjadi? sebab negara ini masih mengadopsi faham kapitalis sebagai acuan dalam segala kehidupan, semua di nilai dari untung rugi serta asas manfaat. Lihat saja jika TKA datang dengan dalih investasi di negri ini serta sebagai pekerja ensesial. Dilansir dari Suara.com Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menyebut puluhan tenaga kerja asing atau TKA yang tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan merupakan pekerja proyek strategis nasional. Sehingga, mereka diperkenankan datang di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat karena termasuk kategori pekerja esensial.

Jika alasan sebagai pekerja esensial mengapa harus mendatangkan warga asing, padahal banyak rakyat di negeri ini yang tidak punya pekerjaan. Apalagi di kondisi pandemi saat ini banyak korban phk massal, sehingga angka pengganguran meroket. Dari sini jelas bahwa ada udang dibalik batu, tak serta merta TKA masuk ke negara kita tapi ada kerja sama terselubung yang menguntungkan kedua negara. Sehingga semua aktivitas tolak ukurnya adalah kesenangan materi, karena faham kapitalis ini mendarah daging di negeri ini, jadi semua dinilai dari asas manfaat untuk segelintir orang saja meskipun harus mengorbanya yang lainya. Karena prinsipnya siapa yang berkuasa dia yang mendapatkan semua tanpa memandang caranya salah atau benar.

Pandangan Islam dalam menanggani pandemi
Berbeda dengan Islam dalam menghadapi pandemi seperti hal sekarang ini, akan dilakukan secara totalitas dan optimal agar segera teratasi. Allah sudah menyatakan bahwa islam adalah agama yang sempurna, artinya mengatur segala hal dan tidak mengenal waktu dan tempat, pasti akan terus berlaku, termasuk soal penanganan wabah.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai islam sebagai agama bagimu.” (TQS. Al-Maidah: 3).
Jika kita melihat contoh yang diajarkan rasullah saw dalam mengahdapai wabah Ketika kalian mendengarnya (wabah) di suatu daerah, janganlah kalian mendatangi daerah tersebut. Dan jika wabah itu terjadi di daerah kalian berada, janganlah kalian pergi melarikan diri dari daerah tersebut.” (HR. Bukhari dalam Al-Jami’ Al-Shahih, IV/14).

Itu adalah tuntunan Rasulullah dalam menangani wabah, yakni isolasi tingkat mikro sedini mungkin, terlebih ketika virus itu terdeteksi, maka segera melakukan penguncian terhadap wilayah sumber awal virus tersebut.

Kejadian wabah ini pernah ada di masa Rasulullah pada 628 M dengan munculnya Tha’un Syirwaih. Lalu di masa Khalifah Umar bin Khaththab ada Tha’un ‘Amwas tahun 640 M yang membunuh 25.000 orang.

Kemudian pada masa Abdullah bin Al-Zubair hadir Tha’un Al-Jarif pada 691 M dengan korban meninggal sekira 70.000 orang setiap hari selama tiga hari. Disusul Tha’un Al-Futyat pada 709 M dan tha’un yang berjadi beberapa hari pada 753 M dengan korban meninggal sekira 1.000 orang setiap harinya. (Lihat: An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, I/147-148).

Semua itu harus dilakukan secara totalitas yakni dengan menutup pintu sumber datangnya virus seperti jalur laut ,udara dan darat sehingga warga asing tidak dapat masuk ke negeri kita. Seperti halnya sekarang harusnya bandara, pelabuhan dan perbatasan – perbatasan antar negara di tutup total agar warga asing tidak ada cela membawa virus baru serta menularkan ke dalam negeri.

Sehingga solusi yang diberikan tegas serta tanpa melihat unsur untung rugi masalah materi, yang diprioritas adalah kemashalatan umat karena nyawa manusia sangatlah berharga. Sebab kelak nanti setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabankan pada setiap yang di pimpinnya.

Dari Ibnu Umar ra dari nabi saw sesunggguhnya bersabda: sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya (HR. Muslim).

Waallahua’lam bishowab.

Penulis : Tyas Ummu Rufaidah

ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads
ads

Video

Leave a Reply