Perlu Ada Solusi Konkret Dalam Menanggulangi Pandemi

ads

Tajukutama.com, Makassar – Sudah satu tahun lebih lamanya pandemi bertandang datang ke negeri ini. Berbagai solusi dan usaha dikerahkan guna dapat mengehentikan laju penyebarannya. Namun, semua itu belum menemui titik terang kapan akan berakhirnya. Justru kini pandemi semakin menggila.

Terlihat pula bagaimana para Nakes yang berjibaku bekerja melawan virus ini. Tak sedikit pula dari mereka yang ikut terpapar dari keganasan virus tersebut.

Sepertin yang dilansir oleh, (Liputan6.com 4/5/21) yang memberitakan penutupan sementara, Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Cilacap, akibat terdampaknya puluhan nakes yang tepapar virus tersebut. Setelah terkonfirmasi tracing dan tasting
pegawai yang sempat berinteraksi atau merawan 13 ABK Filipina yang dinyatakan positif Covid-19.

ads
ads

Dan diketahi sebaran virus corona yang dibawa oleh 13 ABK asal Filipina ini adalah varian baru dari Virus Corona penyebab Covid-19 varian B1617 yang ditenggarai berasal dari India, ( CNNIndonesia.com, 23/5/21).

Lonjakan kasus baru terus bertambah sejalan dengan digencarkannya penanganan masif yang terus dilakukan. Tercatat komulatif mingguan kasus covid-19, periode 9-15 Mei mengalami lonjakan. Kasus komulatif mencapai 26.908 kasus dan meningkat dalam sepekan terkahir 33.234 kasus.

Dari melihat data yang ada dan dengan usaha pemerintah dalam menanggulangi virus ini sepertinya belum menemui titik terang. Maka penting untuk menjadikan ini momentum mengevaluasi solusi yang sudah berjalan sampai dangan hari ini.

Solusi dan kerja pemerintah dalam menangi bencana virus ini apakah bisa dikatakan sudah tepat. Jika melihat kenyataan yang terjadi dilapangan kasus baru justru terus bermunculan.

Hal ini dikarenakan abainya pemerintah terhadap panjangnya kesengsaraan publik, melahirkan problem-problem baru. Terbukti dengan masih bnyaknya WNA yang datang ke Indonesia tanpa atauran yang ketat. Melenggang bebas masuk melalui pintu-pintu resmi.

Inilah gambaran buruk wajah sistem demokrasi kapitalisme, bahwa sistem ini bersumber pada asas kepentingan semata. Sehinga dalam memutuskan sebuah perkara hanya mengedepankan untung dan rugi.

Sehingga solusi yang ditetapkan secara lokal maupun mengikuti rekomendasi internasional pun terbukti gagal pada prakteknya. Untuk itu perlu adanya sistem yang benar, yang mengatur dan dapat membawa kemaslahatan bagi umat manusia. Yaitu, sistem islam yang berasal dari sang pencipta(Al khaliq) dialah Allah SWT. Yang seharusnya sudah menjadi kewajiban manusia untuk tunduk dan patuh terhadap hukum Allah. Karena sejatinya hanya Allah sebaik-baik pembuat hukum.

Oleh karena itu Islam datang denga membawa segudang solusi bagi setiap masalah yang ada. Salah satunya solusi menangani masalah pandemi ini. Menghentikan virus maupun memutasi virus dengan cara, yang pertama melockdown lokal yaitu penguncian wilayah supaya virus tidak melebar atau meluas. Masyarakat tidak dibiarkan keluar rumah kecuali dalam keadaan darirat. Dalam hal ini peran pemerintah sangat diperlukan. Yaitu, dengan memenuhi semua kebutuhan pokok rakyatnya.

Salah satunya adalah pendistribusian bahan makanan atau obat-obatan selama lockdown berlangsung. Dan atau jika wilayah tersebut terkena wabah agar supaya tetap didalam wilayah tersebut. Tidak diperkenankan keluar wilayah guna menghindari penyebaran virus tersebut.

Kemudian, selanjutnya agar supaya pemerintah menutup akses keluar dan masuknya wisatawan asing yang hendak berkunjung. Meski dalam urusan ekonomi sekalipun, Karena negara harus mengedepankan keselamatan dan nyawa rakyanya.

Yang ke dua, mengakarantina yang sakit atau terpapar virus meski tanpa gejala. Dengan memisahkan mereka yang sehat dan yang sakit. Adapun orang-orang yang sudah terlanjut terpapar virus negara wajib meberikan perawatan yang gratis dan ditunjang dengan obat-obatan yang berkualitas tentunya.

Yang ketiga yaitu,  penerapan socialdistancing yang dilakukan ditempat-tempat umum penting untuk dilakukan, lagi-lagi hal inipun perlu ada kontrol dari pemerintah.
Yang ke empat yaitu, menunjang imunitas bagi tiap-tiap jiwa dengan cara pemberian vaksin yang halal dan sudah teruji secara kwalitas.

Kemudian yang ke lima, negara wajib menjamin dan memfalitasi pola hidup sehat dan tindakan pencegahan kepada setiap individu. Serta dapat terus mengedukasi masyarakatnya tentang pola hidup sehat. Wawallahu’alam bisawab

Penulis : Devi Rizki( Aktivis Muslimah Jagakarsa)

ads

Video

Leave a Reply