Musyawarah Warga Dengan PTPN XIV Sulsel Belum Membuahkan Hasil

ads

GOWA, TAJUKUTAMA.COM – Musyawarah masyarakat dengan pihak PTPN XIV yang diwakili oleh pengacaranya, berlangsung di Kantor Desa Tana Karaeng, Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, belum membuahkan hasil.

Karena pihak dari PT. Perkebunan Nusantara XIV Takalar tidak bisa menunjukkan alas hak yang diminta oleh masyarakat terkait lahan sementara ini di bangun kandang ayam dengan sumber dana yang di gunakan dari Dana Desa, Selasa, (25/05/2021).

Dalam pertemuan ini, turut dihadiri oleh Camat Manuju, Mappatangka Aziz , Kepala Desa, H. Sampara, S.IP, Polsek dan Koramil Manuju, Ketua DPW LSM Pemantik Indonesia Sulsel, dan para tokoh masyarakat.

ads
ads

Pihak PTPN XIV meminta agar pihak Camat Dan Kepala Desa agar menyurat ke Direksi PTPN XIV, namun masyarakat tidak mau melakukan permohonan persuratan sesuai dengan permintaan PTPN XIV, karena masyarakat belum pernah melihat alas hak yang di miliki oleh pihak PTPN tersebut, dan masyarakat akan tetap menbangun kandang ayam sebelum ada bukti yang tunjukkan oleh pihak PTPN.

Ketua DPW LSM Pemantik Indonesia Sulsel, Mempertanyakan tanah yang di maksud oleh PTPN itu, melalui pengacaranya agar memperhatikan hasil rapat yang dilakukan oleh pihak Pabrik Kertas Gowa (PKG), dan Muspida pada tahun 1978 yang di maksud adalah panitia A. Notulen rapat yang dihadiri 18 Muspida dengan hasil keputusan rapat pada saat itu menghasilkan beberapa poin, khususnya pada poin ke 8 masalah perkampungan pattalikang yang sekarang menjadi Desa Tana Karaeng, melalui keputusan dari permasalahan ini di setujui untuk di jadikan pemukiman penduduk dengan luas atau sepanjang kurang lebih 100 m ke kiri dan 100 m di kanan jalan, mulai dari poros Tana Karaeng sampai ke Tokka.

Terkait pertanyaan tersebut yang di ajukan oleh Ketua LSM Pemantik Indonesia Sulsel , Saidi Dg. Lawa, pihak PTPN belum bisa memberikan jawaban, menurut perwakilan dari PTPN Wilayah XIV Takalar, akan diadakan mediasi selanjutnya namun waktu dan tempatnya belum di tentukan.

Laporan : Jamal

ads

Video

Leave a Reply