Opini: Pusaran Prostitusi Anak

ads

Tajukutama.com, Makassar – Polisi membawa sebanyak 15 anak korban ekploitasi yang ikut diamankan dalam penggerebekan tempat prostitusi online di Hotel Alona, Jalan Lestari, Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang pada Selasa (16/3/2021) untuk dilakukan pembinaan. (Banten.poskotanews, 20/03/2021). 

Miris, saat anak-anak remaja yang menjadi calon harapan negeri ini, mereka seharusnya dibina dan dididik agar menjadi generasi membawa perubahan bangsa.  Justru dijebloskan kedalam bisnis penyedia jasa syahwat.    Bahkan tak jarang, anak-anak karena kondisi lingkungan dan keluarga, mereka justru  menjadi pekerja seks.

Dilansir berita Antara (7/12/2012) Endang Setianingsih, psikolog anak dari Rumah Layanan Psikologi Banda Aceh, menyebutkan salah satu penyebab maraknya prostitusi pada anak karena adanya budaya hedonisme.  Ini membuat seseorang cenderung mengikuti hawa nafsu daripada akal sehat.  “Hedonisme itu sendiri suatu paham yang dianut oleh remaja tentang pemburu kenikmatan, kesenangan, dan kebahagiaan pribadi yang menjadi tujuan utama dalam menjalani hidup, sehingga mereka dengan mudah tergiur dan terjerumus ke hal negatif,”

ads
ads

Lalu apa dampak yang akan dialami anak yang menjadi korban? Trauma, rasa bersalah, dan munculnya masalah seperti pada fisik dan sosialnya.  Mereka menjadi pribadi yang tertutup dan tidak percaya diri, munculnya rasa bersalah, stres, menderita penyakit menular,  dan masih banyak lagi.

Lalu siapa yang harusnya menjadi pelindung bagi mereka? Dalam keluarga, anak harusnya dibekali batasan-batasan mengenai dirinya dan saya berinteraksi dengan lawan jenisnya.   Orang tua sangat berperan dalam mengawasi dan mendidik anak-anak. 

Saat anak berada diluar rumah.  Maka negara memiliki peran untuk melindungi anak-anak dari adanya orang-orang yang memanfaatkan mereka dengan cara yang haram.  Sebab, prostitusi saat ini seprti menjadi pusaran yang sulit dihilangkan.  Terus bermunculan dan siap menjerat siapa saja yang ada disekitarnya.

Rendahnya tingkat kesejahteraan terutama masa pandemi, menimbulkan orang-orang memanfaatkan apa saja tanpa mempertimbangkan halal dan haram dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.  Maka diperlukan upaya bersama untuk menghilangkan dan menutup peluang munculnya tindakan ini lagi.

Penulis: As Sifa, S.Tp

ads

Video

Leave a Reply