Viral Bocah 7 Tahun Disiksa Nenek dan Tante, “Pak Polisi Tolong Saya”

ads

Tajukutama.com, Bukittinggi – Seorang anak perempuann di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar) berusia 7 tahun diduga disiksa oleh nenek dan tante. Kabar penganiayaan ini viral di media sosial.

Kabar itu diunggah pertama kali oleh Guntur Abdurrahman di Facebook. Kemudian unggahnya itu dibagikan ulang oleh akun Instagram @nyonya_gossip, Selasa (8/12/2020).

Anak perempuan itu bernama Zamira Kinara. Dia merupakan siswi yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD).

ads

Semenjak Zamira dan saudaranya ditinggal sang ayah di rumaah nenek kandung dan tante saudara kandung dari sang ayah keduanya mendaptkan perlakuan yang tidak manusiawi.

Mereka tinggal serumah di Jl. Abdul Manan Sarojo, RT. 3, RW. 01 Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.

Tiap hari Zamirah dan saudaranya dikabarkan dipukuli oleh sang nenek dan tante. Peristiwa terungkap seteleh keduanya cerita ke rekannya. Akhiranya diketahui ketua RT setempat.

Kemudian warga melaporkan kejadian yang menimpah Zamirah dan saudarnya kepolisi. Singkat, dari hasil pemeriksaan visum, ditemukan sejumlah bekas pukulan di tubuh korban bahkan satu tulang rusuk korban patah.

“Dari hasil visum ditemukan luka cambukan, sayatan pisau dan satu tulang rusuk patah, korban saat ini masih trauma dan takut bertemu orang-orang,” kata Guntur dalam keterangan postingan gambar yang memperlihatkan kondisi korban.

Dari hasil visum pada 1 Desember, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Demikian disampaikan Guntur yang pernah bergabung dengan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumbar dikutip dari Inews.

Sebelumnya dalam postingan Guntur Abdurrahman meminta aparat kepolisian agar pelaku segara diamankan, berikut postingan lengkap Guntur di akun Facebooknya.

“Pak Polisi tolong saya pak, segera amankan nenek dan tente yg menyiksa saya, saya takut dan tidak tahan selalu disiksa setiap hari. Zamira Kinara, seorang anak perempuan yg manis berusia 7 tahun masih kelas 1 SD yg menerangkan hari-harinya disiksa oleh nenek kandung (ibu ayahnya) dan tantenya (kakak ayahnya). Peristiwa naas menimpa Zamira dan saudaranya sejak dititip tinggal ayahnya di rumah nenek di Jalan Abdul Manan Sarojo, RT 3 RW 01 Kel. Campago Guguk Bulek, Kec. Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi pada bulan Juni lalu,” tulis Guntur.

ads

Video

Comment