Kunker Kelanjutan Pembangunan Kereta Api Padat Karya di Pangkep Oleh Anggota Komisi 5 DPR RI

ads

Tajukutama.com, Makassar – Kunjungan kerja anggota Komisi 5 DPR RI pada kegiatan padat karya pekerjaan pembangunan jalur Kereta Api (KA) lintas Makassar-Parepare antara Maros-Barru. Sabtu, 28 November 2020.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi 5 DPR RI, Dr. H. Muh Abas menuturkan bahwa beliau sangat mengapresiasi seluruh masyarakat, baik masyarakat yang terlibat langsung di pekerjaan kereta api baik yang menimbun, yang ikut juga dalam padat karya.

ads

Lebih lanjut Muh Abas mengungkap bahwa semasa pembangunan jalan kereta api, banyak juga pengusaha-pengusaha yang mempertanyakan terkait program ini.

“Sebagai wakil dari rakyat ya menyampaikan secara normatif kepada mereka. Bahwa ini tentu akan diselesaikan tepat waktu dan seluruh pekerja-pekerja pasti akan dilibatkan dari lokal sesuai dengan laporan juga dari kepala balai tadi,” ungkap Anggota Komisi 5 DPR RI.

Selain itu, Anggota Komisi 5 tersebut juga mengatakan bahwa masyarakat lokal akan dimanfaatkan. Masyarakat lokal akan menjadi efek positif ata paling tidak bahwa perekonomian yang berada di alur kereta api ini bisa naik secara signifikan setelah nantinya program ini terselesaikan.

“Cuma ada titipan saya dari masyarakat juga bahwa diseputaran itu belum direncanakan secara matang seperti Pangkep dan Maros apalagi terkait tempat penyeberangan airnya,” tambahnya.

Masih kata dia, sehingga di musim-musim hujan seperti ini masih menggunakan jalur sebelah kanan. Hampir setiap tahun mengalami banjir.

“Nah, olehnya itu saya mohon kepada pak Sekretaris Jenderal Dirjen Perkeretaapian untuk bisa memikirkan. Dan kita sama-sama pikirkan apa jalan keluarnya sehingga sebelum kita manfaatkan betul-betul masyarakat ini tidak merasa dirugikan,” ungkapnya.

Muh Abbas juga yakin bahwa keteguhan membuat monumental di Sulawesi Selatan dalam pembangunan kereta api bisa tercapai. Dan tentu pesimisme yang berbagai kalangan terkait dengan ini bisa terselesaikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu bisa diterbantahkan dengan kerja-kerja maksimal yang lakukan.

Menurut Zul Mafendi, Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan RI, terkait untuk spot lokasi ada yang pernah banjir. Salah satunya saluran air untuk pertanian. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pemotongan crossing. Namun ada box penyimpang sekitar 300 telah dibuat untuk penampungan air, tapi malah sapi keseringan melintas.

“Ya, jadi kalau sapinya orang sana, rumahnya situ. Itu harus dibuatkan jalan Karena sapi-sapi ini nanti banyak ditabrak kereta kalau sudah ada jalannya, Jalan tol juga gitu. Kalau jalan tol kan ada padat Karya. jadi persoalannya tidak bisa dibuat di sini sapi dilarang lewat. Yang harus ditulis penggembala sapi di lereng. Sebenarnya itu nanti ada tahap berikutnya,” tutur

Lebih lanjut, Zul Mafendi mengungkap bahwa kedepannya akan dibuatkan pagar, namun belum diprioritaskan karena anggarannya cukup besar. Sementara ini masih tahap awal, sapi juga belum pengalaman, dan pastinya akan bingung.

“Kalau terkait itu kelanjutan kedepannya, tentu kami sebagai anggota DPR apalagi Dapil kami di sini bahkan kampung kami di sini. Ya tentu selalu men-support. Kalau dari pihak perkeretaan dari pemerintah kekuatannya seratus kita seratus sepuluh. Ya untuk bisa menyelesaikan,” tambahnya.

“Dan yang terakhir, harapan yang besar dari kami bahwa mmm tentu program ini jangan lupa mmm terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada seluruh khalayak masyarakat baik dari Forkopimdaan Daerah. kepada tokoh-tokoh masyarakat sehingga apa yang kita kerjakan mereka tahu apa efek positifnya. Jangan sampai yang ada di mindset mereka bahwa pembangunan kereta api hanya menyusahkan kita,” tutup Anggota Komisi 5 DPR RI.

ads

Video

Comment