Peliknya Permasalahan Pembelajaran Daring Akibat Pandemi Covid-19

ads

Tajukutama.com, Makassar – Semenjak di umumkan nya kasus positiv covid 19 pada 3 maret 2020 banyak kebijakan yang pemerintah lakukan untuk mengurangi penyebaran virus covid 19 ini salah satunya dengan mengumumkan segala aktivitas dilakukan dirumah (social distancing).

Diketahui bahwa (15/3/2020) lalu, hari dimana Presiden meminta pemerintah daerah membuat kebijakan belajar dari rumah untuk pelajar dan mahasiswa. Sejak saat itu hingga sekarang Sekolah, Universitas ditutup namun pembelajaran harus tetap berjalan walaupun dari jarak jauh dengan melakukan sekolah daring (online).

Pembelajaran Online kedengarannya sangat keren, tidak perlu datang ke sekolah/kampus kota bisa melakukan proses pembelajaran, namun itu hanya berlaku bagi mereka yang memiliki fasilitas yang memadai. Saya terpikir bagaimana pelajar yang tidak memiliki laptop atau HP. Atau orang tua yang hanya memiliki satu Hp sementara anaknya banyak yang memakainnya. Belum lagi masalah pemakaian kuota internetnya.

ads

Selain itu kita bisa melihat kesenjangan ini dengan melihat perbedaan kecepatan internet diberbagai daerah. Orang-orang dipusat kota sering menikmati internet yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah yang kurang berkembang banyak nya penggunaan aplikasi mulai saru WA, IG, Youtube, Telegram, Zoom, Google meet dan Aplikasi lainnya menyebabkan penuhnya internal HP yang dimiliki.

Tidak hanya itu tugas yang diberikan oleh pengajar juga tidak mentolerir keterlambatan dan waktu pengumpulan yang sangat cepat dan tumpukan tugas yang tak kunjung selesai.

Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif, mengakses sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya. Bukan membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari.
Menurut saya jika tugas yang diberikan terlalu banyak, hal ini dapat menimbulkan kelelahan dan stres pada pelajar.

Belajar online tidak sekedar memberikan tugas online kepada pelajar untuk dikerjakan melainkan guru wajib memberikan pemahaman kepada para pelajar agar mereka bisa memahaminya. Mungkin perlu dipikirkan solusi agar proses pembelajaran secara online ini dapat dengan mudah dilakukan semua pelajar, utamanya yang terkendala dalam ketersediaan perangkat pembelajaran online.

Masalah lain dari pembelajaran online adalah background pendidikan orang tua yang tidak cukup bisa untuk mengajari anaknya mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kurangnya perhatian khusus dari pihak sekolah atau lembaga pendidikan mengenai peninjauan daring. Seolah-olah Pembelajaran daring ini terkesan dipaksakan, sehingga kendala di lapang sangat banyak yang terjadi. Ini tamparan keras bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pembelajaran di indonesia.

Banyaknya masalah yang dihadapi dalam pembelajaran daring, Pembelajaran daring juga memiliki beberapa kelebihan, diantaranya Waktu belajar lebih singkat, Dengan mudahnya mengakses materi pembelajaran atau mengikuti video tatap muka, maka para pelajar memiliki waktu yang lebih cepat untuk belajar apalagi belajarnya hanya di rumah, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk pergi ke kampus atau sekolah seperti biasa.

Selain itu, para pelajar tidak memerlukan waktu lagi untuk menunggu pengajar yang kadang datangnya “ngaret” sehingga memerlukan banyak waktu yang terbuang. Kelebihan lainnya adalah Pendidikan Indonesia lebih maju, Dengan adanya sistem belajar seperti ini setidaknya pendidikan Indonesia lebih maju walaupun sedikit.

Salah satu kemajuannya, yaitu pendidikan Indonesia sudah bisa memanfaatkan teknologi yang ada dan cara belajar pendidikan di Indonesia lebih bervariatif dengan adanya belajar online.

Walau pun belajar di rumah itu menyenangkan, tapi tidak ada yang bisa menggantikan senangnya belajar dengan bertatap muka dengan guru dan teman-teman di kelas. Selain itu belajar dengan tatap muka lebih membuat mahasiswa aktif dalam mengutarakan pendapatnya pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Penulis: Ridwan (Akuntansi UINAM)

ads

Video

Comment