Mayat Perempuan Tanpa Keluarga Dimakamkan di Kuburan Bontorea Gowa

ads

Tajukutama.com, Gowa – Setelah 4 hari menjalani perawatan di Rumah Sakit di Rumah Sakit Syekh Yusuf, seorang perempuan berumur 35 tahun ini menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu, (21/11/2020) tepatnya pukul 13.30 Wita.

Diketahui bahwa pasien tersebut meninggal seorang diri tanpa sepengetahuan satupun keluarganya. Hingga akhirnya pihak RS meminta kepada Dinsos, dan pemerintah setempat untuk mencari tahu siapa keluarga pasien.

Dan ternyata pihak Dinas sosial pun menyidak sekitaran kos dari jenazah pasien tersebut, yang mana diketahui bahwa pasien perempuan tersebut tinggal kos di wilayah Manggarupi, kabupaten Gowa.

ads

Namun setelah ditelurusi ternyata pihak pemerintah pun tak menemukan keluarga si pasien tersebut.

Pihak Dinsos mengungkap akan memakamkan jenazah pasien tersebut di Kuburan Bontorea, kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Lalu Dinsos menghubungi salah satu warga kabupaten Gowa untuk meminta izin kepada pihak pemerintah setempat, baik Dusun ataupun Kepala Desa untuk membantu menguburkan jenazah pasien tersebut.

“Atas nama Pemkab Gowa, melalui dinas sosial meminta kepada pemerintah setempat untuk membantu mayat yang terlantar. Karena ini sudah merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menolong warganya,” tutur Rahman salah satu warga Gowa, sembari menceritakan kejadian peristiwa penguburan mayat pasien tersebut. Minggu, (22/11/2020).

Rahman juga mengungkap bahwa setelah usai magrib kuburan baru selesai digalih. Namun mayat baru dikuburkan setelah sekitar pukul 20.00 Wita.

Mayat dikuburkan oleh pihak Tagana yang merupakan utusan dari Dinsos Gowa. Mereka menguburkan tetap dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

Pasca dikuburkab, tiba-tiba datang seorang warga daerah setempat. Diketahui dirinya bernama Diri’. Dirinya datang semari marah-marah dan berteriak.

“Tahan-tahan dulu. Warga dari mana, kenapa di sini dimakamkan,” kata Risqilah Amran menirukan kata-kata warga tersempat.

“Iye Karaeng, maaf kasihan. saya hanya jalankan perintah kodong. Ini bukan ji covid, pasti kami makamkan di Macanda andai pasien Covid-19,” jawab Risqilah Amran kepada warga tersebut.

Sementara Rahman juga mengatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan perintah. Lagi pula tanah pemakaman tersebut juga milik pemerintah, jadi itu semua bukan pelanggaran, dan ini kan juga instruksi dari pemkab Gowa.

“Bukan pelanggaran, kita hanya menjalankan instruksi dari pemkab Gowa,” ujar Rahman kepada warga Gowa yang protes saat dilakukan doa pada Jenazah pasien.

Sekadar untuk diketahui bahwa pihak Kapolsek akan menindaklanjuti, jika ada warga yang masih tidak terima dengan penolakan penguburan pasien perempuan tersebut.

ads

Video

Comment