Audit Internal: Lini Strategis Rawan Sorotan

ads

Tajukutama.com, Makassar – Maraknya kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) bukan tidak mungkin karena auditor internal menghadapi dilemaetika dalam mengambil keputusan etis saat audit.

Auditor internal sering dihadapkan kepada suatu dilema, yaitu bahwa adanya tuntutan dari manajemen puncak yang terkadang secara langsung maupun tidak langsung mengharuskan auditor internal melanggar norma-norma dan kode etik profesi auditor internal itu sendiri. Auditor internal mengalami dilema yang disebabkan oleh berbagai intervensi yang hadir disekitar auditor.

Intervensi tersebut dalam bentuk tekanan untuk tidak melaporkan, mendapatkan servis dari klien maupun ketika auditor harus melaporkan kesalahan teman sendiri. Terkadang seorang auditor bekerja tidak sesuai dengan standar profesional auditor, melainkan sesuai dengan keinginan atasan dan instansi sehingga lebih menguntungkan pihak tertentu dengan mengabaikan kepentingan pengguna laporan keuangan.

ads

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa kasus yang menyebutkan bahwa akuntan banyak melakukan kecurangan disebabkan adanya tekanan psikologis yang diterima oleh auditor. Salah satu contohnya adalah ketika Auditor tidak enak hati apabila melaporkan kasus pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh teman sendiri.

Ada kekhawatiran akan berdampak pada hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Sebagai pekerja, auditor internal mendapatkan penghasilan dari organisasi dimana dia bekerja, berarti auditor internal sangat bergantung kepada organisasinya sebagai pemberi kerja. Disini konflik audit muncul ketika auditor internal menjalankan aktivitas audit internal.

Auditor internal sebagai pekerja didalam organisasi yang diauditnya akan menjumpai masalah ketika harus melaporkan temuan-temuan yang mungkin tidak menguntungkan dalam penilaian kinerja manajemen atau objek audit yang dilakukannya. Jika auditor internal diminta untuk melanggar kode etik mereka atau standar praktik professional, pilihan yang tersedia bias tidak menyenangkan.

Menolak permintaan klien bias menyebabkan auditor internal kehilangan pekerjaan mereka auditor dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan tidak semata-mata bekerja untuk kepentingan kliennya, melainkan juga untuk kepentingan pihak lain yang mempunyai kepentingan atas laporan keuangan auditan. Untuk dapat mempertahankan kepercayaan dari klien dan dari para pemakai laporan keuangan lainnya.

Realita di atas semakin menegaskan pemahaman dan pengimplementasian kode etik profesi oleh auditor internal ketika menghadapi situasi yang dilematis agar keputusan etis dapat terwujud merupakan sebuah keharusan, hal ini kembali lagi pada kesadaran auditor untuk tetap menjunjung tinggi integritas dan independensi serta menerapkan nilai moral dan etika apapun konsekuensi dan resiko yang mungkin dihadapi.

Auditor internal memberikan informasi yang diperlukan manajemen dalam menjalankan tanggungjawab mereka secara efektif. Penelaahan internal atas kontrol-kontrol di bidang akuntansi dan manajemen merupakan tanggungjawab auditor internal. Auditor internal hanya mengusulkan suatu metode atau metode alternative untuk memperbaiki kondisi sedangkan memilih tindakan koreksi merupakan pekerjaan manajemen.

Organisasi yang memiliki fungsi audit internal yang baik akan lebih dapat mendeteksi dan mengurangi kesempatan kemungkinan terjadinya kecurangan. Auditor internal menyediakan informasi yang dibutuhkan manajer dalam melaksanakan tanggungjawab. Auditor internal lebih berperan sebagai pengawas atau mata dan telinga manajemen karena manajemen membutuhkan kepastian terkait dengan pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan untuk menghindari tindakan yang menyimpang. Ketika auditor internal melakukan perannya dengan baik, tentunya akan tercipta lingkungan pengendalian internal yang memadai.

Auditor internal bertanggungjawab untuk memberikan jalan keluar bagi permasalahan yang ada, solusi dari auditor internal akan berpengaruh pada pengendalian internal yang berjalan. Peranan akuntan publik tersebut terutama terletak pada peningkatan kualitas dan kredibilitas atas laporan keuangan yang diterbitkan oleh suatu perusahaan sebab auditor internal sangat dibutuhkan untuk meningkatkan dan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Perusahaan sangat memerlukan para auditor internal terutama jasa yang di berikan untuk mempermudah pelaporan atas penjualan dengan melakukan pengevaluasian dari tahun ketahun. Auditor merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh tingkat keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan itu telah terbebas dari kesalahan penyajian yang material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan maupun oleh kecurangan.

Audit internal akan memberikan bantuan bagi pimpinan dan manajemen perusahaan dalam menjaga, meningkatkan, dan menilai keefektifan pengendalian atas segala bentuk kebijakan dan program pada perusahaan. Inilah yang menjadi alasan mengapa tugas, pokok, dan fungsi audit internal sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi, baik itu pada sektor swasta maupun pemerintah.

Penulis: Rustam, Akuntansi UINAM

ads

Video

Comment