UMKM: Pentingkah Pencatatan Keuangan?

ads

Tajukutama.com, Makassar – Menurut UU No.20 tahun 2008 menjelaskan bahwa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau besar.

Memberikan kontribusi positif terhadap upaya pengentasan kemiskinan, pengangguran dan pemerataan pendapatan adalah peran utama yang di harapkan dari keberadaan UMKM . Mengutip Bisnis.com bahwa UMKM sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Tidak dipungkiri total kontribusi yang diberikan UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2019 berada di sekitar angka 65 %.

Pengembangan UMKM adalah salah satu langkah yang sangat baik untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran yang ada di Indonesia. Namun pelaku UMKM masih dihadapkan dengan berbagai kendala dalam upaya pengembangannya yang dapat menghambat berkembangnya suatu usaha. Salah satu yang utama adalah dari segi “Pencatatan Keuangannya”.

ads

Berdasarkan hasil kunjungan Mahasiswa Akuntansi UIN Alauddin Makassar kepada beberapa pelaku UMKM yang berada di wilayah Gowa-Makassar, ditemukan bahwasannya mayoritas dari pelaku UMKM belum melakukan pemisahan antara uang pribadi dan uang usaha. Mayoritas dari mereka memberikan alasan yang sama tentang mengapa hal ini dapat terjadi, yaitu “Merasa tidak perlu melakukan pencatatan serta tidak pahamnya mereka dalam melakukan pencatatan yang baik dan benar”.

Secara mendasar pencatatan keuangan yang baik dan benar adalah suatu hal yang sangat penting dilakukan oleh para pelaku UMKM. Hal ini dikarenakan pencatatan keuangan yang baik dan benar akan berujung pada laporan keuangan yang akan menggambarkan hasil akhir dari kegiatan usaha yang telah dilakukan selama periode waktu yang telah di tentukan, entah itu setiap hari, tiap bulan , sampai tiap tahun. Dan juga akan menjadi dasar atau salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan pemilik usaha.

Tidak hanya sampai disitu, laporan keuangan yang dapat disusun dengan baik oleh para pelaku UMKM dapat juga menjadi dasar atau landasan dari pihak lembaga keuangan seperti Bank dan yang lainnya dalam memberikan bantuan modal atau dana usaha demi keberlangsungan atau kemajuan dari UMKM itu sendiri. UMKM yang usaha nya berkembang dan maju tentu akan semakin kuat dalam mengatasi permasalahan kemiskinan dan pengangguran yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu menurut saya pemerintah harus dapat memberikan perhatian yang lebih dalam memandang fenomena seperti ini. Sosialisasi dan pelatihan serta pendampingan kepada setiap pelaku UMKM akan kesadaran tentang betapa pentingnya pencatatan laporan keuangan sesuai standar . Di Kondisi saat ini, UMKM hanya memikirkan tentang bagaimana mendapatkan pesanan yang banyak dari pelanggan.

Kondisi seperti ini harus diimbangi dengan pengetahuan serta pemahaman akan pencatatan keuangan yang baik dan benar agar mereka dapat merasakan secara langsung manfaat dari diterapkannya sistem akuntansi pada usaha mereka. Masyarakat pada umumnya dan mahasiswa akuntansi secara khusus yang memiliki pemahaman serta keterampilan dalam mengelola pencatatan keuangan sesuai standar sangat perlu memandang hal ini sebagai hal yang serius dan memerlukan solusi yang solutif.

Mengutip Kompas.com bahwasannya Presiden Jokowi pernah mangatakan “Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran kepada kita semua tentang pentingnya kemandirian untuk berdiri di atas kaki sendiri, apa yang terjadi serta apa yang menjadi kekurangan kita harus segera kita perbaiki, apa yang menjadi kelemahan kita harus kita perkuat” .

Pernyataan ini tentu haruslah memperkuat alasan kepada seluruh elemen masyarakat , khususnya kepada para pelaku UMKM untuk dapat memahami pencatatan keuangan yang baik dan benar demi mengatasi kekurangan dan kelemahan dari pencatatan keuangan UMKM itu sendiri. Karena UMKM yang kuat dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera. 

Penulis: Muhammad Nurfaizy Hamdan (Akuntansi UINAM)

ads

Video

Comment