Dampak Pandemi Covid-19 Pada Bidang Ekonomi Para Pelaku Usaha

ads

Tajukutama.com, Makassar – Virus corona atau SARS-CoV-2 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia yang disertai batuk, demam, dan paling fatal ialah mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Virus ini pertamakali ditemukan di Wuhan, China tepatnya di pasar basah makanan laut dan hewan local. Pada tanggal (2/3/2020) lalu telah diumumkan untuk pertamakalinya di Indonesia ada dua orang pasien yang terjangkit virus covid-19.

Awal mula di ketahuinya covid-19 di Indonesia itu ketika presiden Joko Widodo mengatakan, kasus virus corona di Indonesia terungkap usai ada laporan Warga Negara Jepang dinyatakan positif yang baru saja mengunjungi Indonesia. Setelah adanya warga Negara Indonesia terjangkit pemerintah pun mengambil tindakan untuk mengisolasi pasien.

Dengan semakin bertambah banyaknya kasus masyarakat Indonesia positif covid-19 pemerintah mengeluarkan Kebijakan Pembatasan Sosial atau jaga jarak, dan banyak daerah yang melakukan karantina wilayah/parsial sebagai upaya menekan penyebaran covid-19, dengan menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di atur dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang telah ditandatangani oleh presiden.

ads

Semenjak adanya covid-19, perekonomian di Indonesia menurun karena banyak daerah yang melakukan karantina wilayah/parsial agar meminimalisir penyebaran virus ini, hal tersebut sangat berdampak kepada para pelaku usaha. Sedikitnya 39,9% usaha kecil menegah (UKM) memutuskan mengurangi atau membatasi persediaan bahan baku selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sementara itu ada 16,1% UKM memilih mengurangi karyawan akibat toko fisik ditutup.

Penurunan omset sangatlah melonjak disertai dengan susahnya mencari bahan baku atau bahan utama produksi untuk membuat produk yang diolah di karenakan dampak covid-19 membuat pedagang yang di pasar meliburkan diri, karena menghindari penyebaran covid-19 dan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Adapun beberapa pedagang melakukan inovasi penjualan seperti go food yang di akses melalui aplikasi bisnis online ataupun melakukan penjualan di e-commers yang bisa di akses hingga luar kota, tetapi ada juga pedangang yang tetap melakukan penjualan dengan keliling atau mangkal di satu tempat seperti pedagang kaki lima yang tetap menjual tetapi jualannya sepi dari pembeli bahkan tidak ada sama sekali yang membeli dagangan mereka sehingga menimbulkan kerugian terhadap pedagang tersebut.

Dalam hal ini pemerintah harusnya memperhatikan masyarakat kelas bawah dikarenakan dengan adanya wabah ini mereka khawatir pada naiknya harga sembako akibat covid-19 ini, terutama pedagang kecil dan pada orang-orang yang terkena PHK massal yang membuat mereka khawatir jika persediaan makanan mereka akan habis dan tidak memiliki uang, yang mengakibatkan keluarga mereka akan kelaparan dan akan mengakibatkan kekebalan tubuhnya akan turun sehingga membuat mereka rentan sakit.

Dengan adanya pandemi ini sekolah juga dilaksanakan secara online yang membuat orang tua murid diharuskan untuk membeli paket data. Hal ini membuat pemerintah harus memperhatikan masyarakat kelas bawah karena dengan adanya covid-19 mereka kesulitan mencari uang.

Untuk memulihkan ekonomi setelah beberapa bulan menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pada awal bulan Juli pemerintah mulai menerapkan New Normal.

Apa itu New Normal? New Normal ialah merupakan istilah yang digunakan untuk mencerminkan perubahan pada masyarakat khususnya dalam kaitannya dengan bisnis dan ekonomi, yang mengacu pada perubahan signifikan dalam kondisi keuangan dan bisnis.

New Normal yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah suatu bentuk perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun ditambah dengan menerapkan protocol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan virus covid-19 ini.

New Normal merupakan suatu kebijakan baru yang di keluarkan oleh pemerintah untuk memperbolehkan kembali aktifitas seperti sedia kala. Dalam penerapannya pemerintah juga memperbolehkan orang-orang yang berusia dibawah 45 tahun untuk beraktifitas kembali karena memiliki imunitas tubuh yang tinggi, berbeda dengan para lanjut usia yang dikhawatirkan lebih rentan terpapar virus.

Dengan diberlakukannya New Normal di harapkan pemerintah untuk menyelamatkan kondisi perekonomian negara, dan dapat menyokong ekonomi. Jika dilihat dari penerapan New Normal yang diberlakukan, pemerintah memiliki focus tujuan untuk memperbaiki kondisi perekonomian Negara terutama di sektor UMKM agar dapat dipulihkan kembali. Dengan beroperasinya sektor industri, perekonomian dapat bergeliat kembali dan dapat mengatrol pertumbuhan ekonomi. Namun, pada sisi lain semua pihak diharapkan tetap berupaya menghentikan penyebaran virus Corona.

Pemerintah Indonesia pasca dihantam gelombang pandemi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan saling membantu untuk sama-sama bangkit dari keterpurukan.

Penulis: Hikayana (Akuntansi UINAM)

ads

Video

Comment