Jalan Poros Soppeng Sidrap Disoal

ads

 

Tajukutama.com, Soppeng — Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Jalan Poros Soppeng Sidrap di desa Lalabata Riaja Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng diduga tidak mengacu kepada teknik bangunan yang benar sesuai dengan gambar yang termuat dalam bestek. Pasalnya, Bahwa pekerjaan Bahu jalan sepanjang 200 meter yang dilaksanakan oleh PT. Bawakaraeng didepan rumah warga tidak dikerjakan secara benar dalam kontruksinya, Sabtu (26/9/2020).

 

ads

Dari hasil pantauan Tajuk Utama dilapangan telah ditemukan kejanggalan dari pekerjaan yang bersumber dari APBD I Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) menelan anggaran milyaran rupiah Tahun Anggaran 2019 dan pekerjaan tersebut terlihat asal – asalan diantaranya, untuk badan jalan sepanjang 200 meter kiri – kanan rumah warga tidak ada dalam pelaksanaannya, sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Menanggapi hal tersebut, Sada warga Desa Lalabata Riaja Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng, saat diwawancarai mengatakan, pelaksana yang telah ditunjuk oleh pemilik proyek dan menandatangani kontrak untuk melaksanakan pekerjaan dalam pelaksanaannya mengerjakan asal jadi.

“Ini merupan pekerjaan mencari keuntungan pribadi, tidak mengkedepankan kualitas dan kuantitas. PT. Bawakaraeng harus bertanggung jawab dan jangan membuat bahu jalan asal jadi,” ungkapnya.

a menjelaskan bahwa pelaksana harus mengulang kembali pekerjaannya bahu jalan yang berada di Desa Lalabata Riaja agar sesuai dengan harapan sehingga kualitas dari pembangunan tersebut maksimal.

“Agar dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang, maka pihak pelaksana harus mengulang kembali pekerjaannya demi terciptanya pembangunan yang mengedepankan kualitas dan mutu sesuai dengan harapan,” tuturnya

Di tempat terpisah Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Nurhidayanti Zainuddin dari fraksi PPP, pelaksana proyek perlu menyesuaikan dengan rencana yang termuat dalam gambar bistek, dan jangan mengerjakan proyek semaunya tanpa melihat gambar yang sudah direncanakan,” katanya.

Masih dikatakannya bahwa, dalam pelaksanaannya seharusnya untuk badan jalan harus dikerjakan secara tuntas tidak harus menyisakan pekerjaan yang tertunggak tetapi fakta yang terjadi pekerjaan PT. Bawakaraeng dari hasil yang terlihat pekerjaannya tidak sesuai dengan aturan dan kontruksinya, karena untuk berem badan jalan yang tersisa kurang lebih 200 meter kiri dan kanan di Desa Lalabata Riaja secara tehniknya, di kerjakan asal jadi tidak mengkedepankan kualitas dan kuantitas.

“Dalam tahapan pelaksanaan pembangunan di kerjakan asal jadi, ini merupan pekerjaan mencari keuntungan pribadi, tidak mengkedepankan kualitas dan kuantitas serta pengawasan dari pelaksana ataupun pihak konsultan diduga tidak ada,” tutupnya.(Redaksi)

 

 

ads

Video

Comment