Kronologi Penangkapan Belasan Pelempar Bom Molotov Kapal Pengeruk Pasir Laut di Sulsel

Polda Sulawesi Selatan menangkap 12 orang komplotan nelayan dan Walhi usai melakukan aksi pelemparan bom molotov ke kapal penggeruk pasir di luar perairan Kabupaten Takalar Sulsel yaitu KM Queen Of Netherland.

Polda Sulawesi Selatan menangkap 12 orang komplotan nelayan dan Walhi usai melakukan aksi pelemparan bom molotov ke kapal penggeruk pasir di luar perairan Kabupaten Takalar Sulsel yaitu KM Queen Of Netherland.

ads

Tajukutama.com, Makassar – Polda Sulawesi Selatan menangkap 12 orang komplotan nelayan dan Walhi usai melakukan aksi pelemparan bom molotov ke kapal penggeruk pasir di luar perairan Kabupaten Takalar Sulsel yaitu KM Queen Of Netherland.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulsel KBP Ibrahim Tompo. Penangkapan 12 terduga pelaku teror bom molotov dilakukan Subdit Gakkum dan Unit Intelijen Dit Polair Polda Sulawesi Selatan.

“Terkait diamankannya 12 orang karena melakukan pelemparan bom molotov terhadap kapal pengeruk pasir laut KM Queen Of Netherland untuk proyek Makasar New Port oleh beberapa orang nelayan Kodingareng yang di provokasi oleh pihak tertentu,” jelas Ibrahim, Senin (14/9/2020)

ads

Ibrahim menuturkan kejadian bermula saat Kapal bertolak dari Makasar New Port menuju titik lokasi Quarry di Takacopong kabupaten Takalar pada pukul 06.00 Wita dan sampai pada pukul 07.00 Wita.

Kemudian, lanjut Ibrahim pukul 09.00 Wita kapal didatangi beberapa nelayan dan Walhi meminta untuk menghentikan kegiatan dengan melempari batu dan Bom Molotov keatas Dek kapal sehingga menimbulkan kebakaran di beberapa titi.

Selain itu, para tersangka pelaku melakukan pemotongan kabel listrik peneumatic sehingga kapal tidak bisa melakukan pengerukan di satu sisi.

Pada pukul 09.30 wita tim tactical boat dan tim intel mendapatkan informasi dari pihak kapal Queen of Netherlandyaitu Syahbandar Yanto, yang menginformasikan bahwa kapal Queen didekati oleh sekitar kurang lebih 20 Katinting dan 3 perahu Jolloro.

“Kapal jolloro dan katinting tersebut langsung melakukan tindakan anarkis terhadap kapal Queen yaitu dengan melemparkan bom molotov dan merusak bagian kapal yakni kabel peneumatic listrik dan beberapa kabel lain yang tersambung ke drag head,” ungkap Ibrahim.

Dari informasi tersebut tim intel dan kapal taktikal Polairud segera menuju ke lokasi pengerukan (11 mil barat daya dari pulau kodingareng). Dan setiba di lokasi, aparat Polairud menemui para demonstran yang sedang melakukan pengejaran dan pengrusakan terhadap kapal Queen of netherland.

Melihat hal tersebut semakin tak terkendali, aparat Polairud segera mengamankan beberapa orang yang diduga menjadi provokator dari aksi demonstrasi anarkis tersebut.

“Pihak Polairud mengamankan 12 orang diantaranya Mahasiswa dan nelayan :ke Mako Ditpolairud Polda Sulsel untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Atas persitiwa tersebut, Ibrahim berharap masyarakat agar tidak terprovokasi oleh upaya-upaya orang tertentu yang akhirnya menimbulkan efek Kamtibmas dan hukum.

ads

Video

Comment