Bagaimana Risiko Kesehatan Jika Terlalu Sering Pakai Hand Sanitizer? Simak Ulasannya Berikut!

ads

Tajukutama.com, Jakarta – Menggunakan Hand sanitizer untuk saat ini menjadi salah satu perlengkapan yang harus selalu dibawa selama pandemi virus corona atau Covid-19 terutama saat pergi ke luar rumah. Namun, faktanya cairan pembersih tangan juga memiliki efek samping yang buruk jika digunakan terlalu sering.

Hand sanitizer mungkin dapat membuat Anda rentan terserang diare. Sebab, mikrobioma yaitu ekosistem mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, dan virus yang hidup di usus, mulut, hidung, dan kulit yang berperan menjaga kesehatan, mencegah infeksi, dan menangkal bakteri berbahaya juga bisa ikut hilang akibat cairan pembersih tangan tersebut.

Profesor bidang alergi dan imunologi di Universitas Rush, Mahboobeh Mahdavinia, mengatakan jika bakteri baik juga bisa terusir akibat menggunakan hand sanitizer.

ads

“Ketika membunuh koloni bakteri baik di tangan, itu juga menghancurkan mikrobioma usus, yang memakan bakteri di kulit,” katanya seperti dikutip dari Livestrong.

‘Bahkan menurut Mahdavinia, kondisi tersebut nantinya bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh’

“Mengubah mikrobioma dengan cara ini melemahkan sistem kekebalan,” ucap Mahdavinia. Dikutip dari Tagar.id. Selasa, (1/9/2020).

Dengan demikian, kita harus mengetahui hal apa saja yang bisa membuat Anda rentan terhadap bakteri yang mampu membuat saluran pencernaan iritasi dan mengakibatkan masalah perut seiring berjalannya waktu.

Namun, di sisi yang berbeda, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), cairan pembersih tangan gagal membasmi patogen penyebab diare Clostridium difficile (C. diff), norovirus, dan Cryptosporidian.

‘Sebenarnya cairan pembersih tangan tersebut juga tidak mampu berdampak besar untuk membersihkan tangan yang sangat kotor dan berminyak. Selain itu, bahan kimia berbahaya seperti pestisida juga tidak bisa dihilangkan dengan menggunakan hand sanitizer’

Internis di Summit Medical Group di Berkeley Heights, New Jersey, Soma Mandal, menyarankan agar penggunaan hand sanitizer hanya pada saat tertentu saja.

“Saya merekomendasikan penggunaan cairan pembersih tangan hanya di rumah sakit atau pengaturan klinis, atau upaya jaga kebersihan di antara mencuci tangan,” ujarnya.

Risiko lainnya dari penggunaan hand sanitizer terlalu sering yang harus dipertimbangkan yakni tangan akan menjadi kering.

“Alkohol menghilangkan kelembaban kulit dan dengan penggunaan yang konsisten dapat menyebabkan kulit kering pecah-pecah dan bahkan eksim, terutama pada anak-anak, karena kulit mereka sangat sensitif,” tutur Mahdavinia.

Hal ini dikarenakan kandungan alkohol mampu menyebabkan iritasi dan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi, namun cobalah aplikasikan pelembab setelah menggunakan pembersih tangan sebagai solusinya guna menjaga kulit tetap terhidrasi.

‘Selain itu, Mahdavinia juga telah menganjurkan untuk mengenakan produk hipoalergenik agar kulit memiliki lapisan pelindung yang kuat, seperti Cetaphil, Eucerin, atau Vaseline’

Bukan hanya itu saja, hand sanitizer berisiko terhadap perkembangan sistem imun pada bayi. Sebab, menurut teori ilmiah populer yang disebut hipotesis kebersihan menyatakan jika paparan patogen dan bakteri menjadi hal penting guna membantu bayi meningkatkan kekebalan yang kuat serta bisa berfungsi secara optimal.

Bayi yang berada dalam lingkungan terlalu bersih nantinya tidak akan mendapatkan paparam kuman yang dibutuhkan guna membangun sistem kekebalan sehingga merespons terhadap organisme menular.

Namun, sejauh ini pernyataan tersebut hanya hipotesis yang masih diperdebatkan, menurut Cleveland Clinic. Yang terpenting, sebaiknya Anda tetap menekankan kebiasaan menjaga kebersihan.

Terlepas dari hal tersebut, mencuci tangan dengan air dan sabun masih menjadi cara terbaik. Mahdiva juga menambahakan bahwa kita perlu membersihkan tangan sebelum memegang bayi, yakni mencuci tangan menggunakan air dan sabun daripada menggunakan pembersih tangan.

Hal ini sebenarnya disebabkan karena mikrobioma bayi masih terbentuk, sehingga kuman baik yang berada di kulit bayi bisa terbunuh jika Anda menyentuhnya saat ada alkohol atau residu di tangan.

ads

Video

Comment