Warga dan Polisi di Makassar Saling Serang, Batu vs Senjata Api

ads

Tajukutama.com, Makassar –Tiga warga Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah kota Makassar ditembak polisi. Mereka ditembak lantaran melakukan pengeroyokan dengan melempari batu tiga anggota polisi, Minggu (30/8/2020).

Kapolsek Ujung Tanah AKP Ridwan menjelaskan, kejadian bermula saat tiga anggotanya melakukan penyelidikan di sekitar Jalan Barukang dan Jalan Bolu terkait kasus pengeroyokan terhadap MR, pada 26 Agustus 2020 lalu, yang dilakukan NA warga Jalan Sabutung Baru, Kecamatan Ujung Tanah.

Ketika itu, kata AKP Ridwan, anggota bertanya kepada kelompok orang yang sedang minum minuman keras (Miras), namun karena merasa terganggu, tiba-tiba mereka menyerang dan mengeroyok polisi.

ads

Mereka juga, lanjutnya meneriaki polisi sebagai maling. Akibatnya banyak warga atau massa yang ikut memukul dan melempar anggota polisi yang ditugaskan dalam penyelidikan kasus pengeroyokan.

“Karena merasa terdesak diserang dan sudah membahayakan jiwa, serta sudah diberikan tembakan peringatan tetapi masih melempar dan menyerang petugas, sehingga anggota terpaksa mengeluarkan tembakan,” jelas Ridwan.

Pada peristiwa itu 3 orang warga terkena tembakan yaitu AJ (23), IQ (23), dan AM (18). Kesemuanya  merupakan warga Jalan Barukang Makassar.

Selain warga jadi korban luka, satu Personil Reskrim Polsek Ujung Tanah, Bripka Usman juga mengalami luka-luka akibat lemparan batu dari warga.

“Bripka Usman mengalami luka memar (bengkak) akibat terkena lemparan batu, luka gores dibagian tangan kiri, dan luka gores bagian punggung belakang,” beber Ridwan.

Kemudian korban luka dari Polri dan Warga langsung di larikan ke rumah sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan Medis.

ads

Video

Comment