Polisi Bilang Tidak Salah Tangkap, yang Ada Amankan Tiga Anak Terlibat Tawuran Kelompok

Kapolsek Bontoala, Kota Makassar, Kompol Andriani Lilikay saat memberikan keterangan ke wartwan terkait dugaan penangkapan anak terlibat tawuran kelompok Rabu (26/8/2020)

Kapolsek Bontoala, Kota Makassar, Kompol Andriani Lilikay saat memberikan keterangan ke wartwan terkait dugaan penangkapan anak terlibat tawuran kelompok Rabu (26/8/2020)

ads

Tajukutama.com, Makassar – Kapolsek Bontoala, Kota Makassar, Kompol Andriani Lilikay membantah anggotanya salah tangkap tiga anak yang diduga terlibat tawuran antar dua kelompok di Jalan Tinumbu Kelurahan Layang Kecamatan Bontoala Kota Makassar, Jum’at (21/8/2020).

Kompol Andriani Lilikay menceritakan dalam kejadian tersebut, bahwa pihak Polsek Bontoala mengamankan 3 (tiga) orang anak pria yaitu, MA, AS, dan MF yang sedang tergeletak di jalan.

“Salah seorang diantaranya MF mengalami luka memar pada bagian wajah. MF menyatakan bahwa luka diwajahnya adalah akibat terjatuh dan terinjak-injak oleh temannya sendiri,”kata Kompol Andriani Lilikay, Rabu (26/8/2020).

ads

Kendati demikian, Andriani menegaskan bahwa anggotanya tidak salah tangkap. Dikatakan pada peristiwa itu anggotanya mengamankan tiga orang yang terlibat tawuran.

“Tidak ada salah tangkap. Yang ada pada Jumat 21/08/2020 Pukul 03.00 Wita mengamankan 3( tiga ) orang anak yang terlibat Tawuran/perkelahian kelompok, dikuatkan dengan hasil interogasi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan soal anggotanya yang diduga memukul salah satu dari anak yang diamankan yaitu MF. Hal tersebut, kata Andriani terjadi atas ketidak kesengajaan.

Luka derita MF sempat viral di Medsos. Diberitakan kalau luka tersebut adalah bekas akibat pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polri saat pembubaran tawuran antar dua kelompok.

Adapun luka lebam di mata MF, berawal pada saat ia berusaha lari dari kejaran polisi bersama rekannya. Dia terjatuh lalu anggota Polsek Bontoala menaikan ke mobil patroli, namun MF membrontak dan berusaha lari.

“Anggota yang ke TKP berusaha memegang kerah baju anak tersebut. Karena anak tersebut berusaha lari dengan berontak, dengan tidak sengaja tangan anggota menyentuh bagian muka dari anak tersebut,” jelas Andriani.

“Semua kejadian di TKP murni tidak ada unsur kesengajaan,” tegas Andriani sambungnya.

Sementara itu anggota yang diduga melakukan pemukulaan terhadap MF telah diamankan oleh Propam Polrestabes Makassar

“Sudah diamankan oleh Propam Polrestabes Makassar. Guna mengusut apakah dalam penanganan perkelahian kelompok ada salah prosudur atau tidak sesuai SOP,”katanya.

Amdriani juga mengungkapkan bahwa dalam peristiwa pembubaran tawuran antar dua kelompok polisi mengamkann sejumlah barang bukti di TKP.

“Barang Bukti yang diamankan di TKP berupa 3 (tiga) buah Batu dan 4 (empat) buah anak panah / busur,” ungkapnya.

 

ads

Video

Comment