Bayar UKT dengan Recehan Berat 17,5 Kg, Mahasiswa UIN Jakarta: Makasih Bu Rektor karena…

ads

Tajukutama.com, Jakarta – Dalam instastory akun instagram@margasana, memperlihat kumpulan uang koin telah terbungkus plastik dengan isi Rp. 100 ribu per bungkus plastik yang disimpan di sebuah kardus.

Dalam foto itu dituliskan, kalau pecahan koin tersebut akan diperuntuhkan untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Di awal tulisan di unggahan tersebut, @margasana menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada rektor.

“Terima kasih Bu Rektor, karena tidak ada potongan UKT, saya harus bawa receh ini yang beratnya 17,5 kg ke bank,” demikian tulis @margasana di instastory.

ads

Dikutip dari idntimes.com Jumat (21/8/2020), @margasana yang bernama lengkap Saeful Margasana (20) merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

 

Uang pecehan koin seberat 17,5 kg itu merupakan hasil dari tabungan Saiful, ia terpaksa harus membobol celengan yang sudah 4 tahun karena ingin membayar uang kuliah.

“Masa pandemik ini saya terpaksa buka celengan karena orangtua juga terdampak benar-benar tidak ada uang akhirnya terpaksa buka celengan receh itu yang sudah di tabung bertahun tahun,” ujar Saeful.

Saeful mengungkapkan ayahnya hanya seorang penambal ban dan ternak ulet sedangkan sang ibu berjualan gorengan keliling. Pandemik COVID-19 membuat penghasilan orangtua berkurang drastis.

“Jadi uang itu emang sengaja dikumpulin setiap ada yang tambal ban atau isi angin, dan uang hasil jualan keliling disisihin yang logam doang,” ungkapnya.

Awalnya, Saeful tidak yakin tabungan bisa membayar biaya kuliah sebanyak Rp3,5 juta, namun saat dihitung dia bersyukur karena terkumpul Rp4 jutaan.

Dia senang jumlah tabungan masih menyisakan Rp 500 ribu membantu kehidupan orangtuanya.

“Untuk memenuhi kebutuhan pangan orangtua harus melewati lebih banyak rintangan, terlebih saya juga punya dua adik,” imbuhnya

Setelah menghitung uang logam, Saeful kemudian membungkus dengan plastik. Agar mudah menghitung, dia membagi satu bungkus plastik diisi yang logam seratus ribu.

Dengan hati senang, Saeful membawa uang receh dengan berat 17,5 kilogram dengan kardus ke bank. Namun sayang, uang receh tersebut tidak dapat ditukarkan dengan alasan server bank mengalami kerusakan.

“Akhirnya saya coba tukar di supermarket syukurlah bisa,” ucapmya.

Saeful mengatakan kampusnya tidak memberikan keringanan biaya kepada para mahasiswa meski pandemi COVID-19 berimbas langsung pada perekonomian, termasuk perekonomian keluarga mahasiswa.

“Terkesan sangat menyederhanakan masalah yang begitu kompleks,” kata Saeful.

Karena itu, dengan sangat terpaksa, ia pun membobol celengan orangtuanya.

 

ads

Video

Comment