Stunting di Desa Congko Dilaksanakan Sesuai Protokol Kesehatan

ads

 

Tajukutama.com, Soppeng — Dipimpin Kepala Puskesmas Takkalala, Meisarah Kadir, SKM, sejumlah personil Puskesmas tersebut melaksanakan Stunting di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng.

Salah satu kegiatan stunting ini menggelar pertemuan bersama pihak terkait berlangsung di Aula Kantor Kades Congko, Senin, 10 Agustus 2020.

ads

Kades Congko, Muhammad Jafar, S.Sos dalam pengantarnya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Puskesmas Takalala atas kehadirannya di desanya untuk melaksanakan stunting agar anak-anak yang ada di desanya tetap dalam keadaan sehat dan cerdas.

Kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang menjadi sasaran dalam melakukan minitoring pelaksanaan stunting agar mematuhi segala anjuran petugas kesehatan.

Dikatakan, penanganan stanting baik ibu hamil maupun anak balita sangat signifikan. Penanganan masalah gizi sangat penting, ada pengawasan ketat.

Penanganan stunting ini, lanjut Jafar, merupakan suatu langkah bagaimana kehidupan sehari-hari, inilah hasil yang kita akan mensosialisasikan sekaligus mendistribusikan melalui anggaran dana desa agar masyarakat khususnya anak terhindar dari gizi buruk.

Kades Congko ini juga menyebut, stunting ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Puskesmas Takalala Meisarah Kadir, SKM, pada kesempatan itu menyampaikan, stunting ini dilaksanakan, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai derajat kesehatan maksimal.

Patut disyukuri, kata Kepala Pusmesmas ini, karena pemerintah sungguh sangat memperhatikan kesehatan masyarakat mulai anak yang masih dalam kandungan hingga lahir, tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Apabila tidak cepat dideteksi melalui pengukuran berat badan, panjang badan, hingga lingkar kepala, anak-anak bisa menderita malnutrisi kronis hingga menjadi stunting.

Agar target penurunan angka stunting nasional yang merupakan program prioritas nasional dapat tetap tercapai, dibutuhkan modifikasi strategi kebijakan yang dapat diimplementasikan di tingkat daerah. Sehingga, kita tetap bisa mencegah terjadinya malnutrisi dan menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia di tengah pandemi ini,

Yang sangat dibutuhkan ibu hamil, susu Lactrogow, kacang hijau, beras ketam hitam, buah-buahan, biscuit, gula merah dan telur.

Kepala Puskesmas Takkalala ini juga menyampaikan, di Desa Congko, hingga kini, jumlah Ibu hamil 15 dan anak stanting 11 orang.

Menyinggung soal wabah virus corona yang kini tengah dihadapi bersama, Maisarah menghimbau agar masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Peraturan Bupati tentang pelaksanaan Kebiasaan Baru ini, yang pertama, keluar rumah harus pakai masker dan cuci tangan. Hindari kegiatan yang sifatnya pengumpulan massa yang berlebihan.

Pemerintah Kabupaten Soppeng sudah mulai mengevaluasi, apakah pelaksanaan kegiatan ini sudah mulai dilaksanakan, seperti pemakaian masker, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Sekadar diketahui, Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%).

Tahun 2015 Indonesia tertinggi ke-2 di bawah Laos untuk jumlah anak stunting. Indonesia merupakan negara nomor empat dengan angka stunting tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta atau 37 persen balita Indonesia mengalami stunting (kerdil).

Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak.

Selain faktor lingkungan, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Jika gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, perkembangan otak yang tidak maksimal yang dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk.

Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Untuk mencegah stunting, konsumsi protein sangat mempengaruhi pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan. Anak yang mendapat asupan protein 15 persen dari total asupan kalori yang dibutuhkan terbukti memiliki badan lebih tinggi dibanding anak dengan asupan protein 7,5 persen dari total asupan kalori.

Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan. Sementara anak usia 1–3 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan. (usa)

 

ads

Video

Comment