DPRD Makassar Bakal Gelar RDP Terkait 4 Point Tuntutan Mitra Gojek

ads

MAKASSAR.TAJUKUTAMA.COM. mitra Gojek Makassar menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Makassar
terkait Janji Tukar Guling Akun, Hilangkan Program Berkat dan Hentikan Pengkotak-kotakan Mitra Selasa 21 July 2020.

Aksi tersebut diterima oleh Mario David Fraksi Nasdem,Andi Rahmat Taqwa Fraksi PPP, dan Ray Suryadi Arsyad Fraksi Demokrat.

Ray Suryadi Arsyad Fraksi Demokrat berharap PT Mitra Gojek Indonesia memberikan keadilan dengan memenuhi permintaan dan tuntutan mereka.

ads

“Saya kira tuntutan mereka jelas dan merasah diperlakukan tidak adil,Insyah Allah kita akan melakukan pemanggilan pada PT Mitra Gojek Indonesia cabang Makassar untuk segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ,”Ujar Ray Suryadi Arsyad.

Harapannya Gojek memberikan keadilan pada mitranya dimana mereka telah berjuang sejak awal adanya Gojek.

“Intinya mereka menuntut bonus mengingat pendapatan mereka meningkat dimasa pandemi ini,karena banyaknya masyarakat yang menggunakan jasa mereka dalam beraktivitas,”terangnya.


Sementara itu Mulawarman Head of Regional Corporate Affairs for East Indonesia l Gojek Indonesia melalui press rilis mengatakan terkait tuntutan untuk mengevaluasi akun joki untuk melindungi keamanan akun Mitra dan menjaga kepercayaan Pelanggan, Gojek mewajibkan Mitra untuk menggunakan akun milik nya sendiri.

Penggunaan akun milik orang lain (akun joki) tidak diperbolehkan dan merupakan pelanggaran terhadap Tata Tertib Gojek sehingga akun tersebut akan dinonaktifkan.

Akan tetapi kata dia Gojek juga memahami ada mitra-mitra yang aktif, memiliki kinerja yang baik dan menjadikan Gojek sebagai pekerjaan utama, namun sayangnya tidak menggunakan akun miliknya sendiri.

“Untuk itulah kami meluncurkan Program Evaluasi Akun Joki di mana semua Mitra yang menggunakan akun joki akan diberikan satu kali kesempatan untuk dievaluasi akunnya. Apabila mitra lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun milik nya sendiri dan akun joki tersebut akan dinonaktifkan,”ungkapnya.

Ia menjelaskan proses evaluasi diukur dari penilaian terhadap kinerja akun tersebut serta ada-tidaknya pelanggaran berat seperti order fiktif, memakai aplikasi terlarang, menyelesaikan order tanpa mengantar, melakukan pelecehan terhadap customer, dan pelanggaran berat lainnya.

“Apabila mitra lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun miliknya sendiri dan akun lama yang digunakan akan dinonaktifkan. Kebijakan ini merupakan wujud transparansi serta empati dari Gojek, untuk memberikan kesempatan mitra driver agar dapat terus bekerja mencari nafkah pada ekosistem Gojek dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan sikap yang jujur,”tambahnya.

Lebih lanjut tuntutan Mitra Gojek juga terkait Penghapusan Sistem Berkat
Terkait permintaan untuk menghapus program Berkat, perlu kami jelaskan bahwa program ini kami terapkan mengingat pandemi COVID-19 telah berdampak pada semua lini kehidupan.

“Bagi Gojek, mobilitas masyarakat yang menurun drastis berdampak pada sepinya order yang dijalankan oleh jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Hal ini secara otomatis membuat mitra driver kesulitan mengumpulkan pendapatan harian,”jelasnya.

Gojek berupaya membantu mitra-mitra driver dengan memberikan jaminan penghasilan setiap harinya bagi mereka.

Program Berkat ini merupakan salah satu program kesejahteraan Gojek selama pandemi Covid-19 yang merupakan alternatif terbaik dalam menjaga pendapatan harian Mitra setiap harinya,membantu mitra mendapatkan pendapatan bersih minimum (Pendapatan dari Tarif setelah dikenakan Biaya Layanan Gojek 20%) yang bisa dibawa pulang Mitra per harinya yang besarannya berbeda-beda untuk setiap kota.

Tujuan dari Program Berkat ini adalah memberi kesempatan yang sama kepada semua mitra driver untuk mendapatkan penghasilan di masa sulit ini secara merata. Dimana Gojek akan memberikan insentif kepada mitra driver yang berhasil meraih poin tertentu. Pengaplikasian sistem ini terbukti telah membantu banyak Mitra Gojek dari menurunnya jumlah orderan.

Selain Program Berkat bagi para mitra, Gojek juga berusaha membantu meringankan kesulitan yang dihadapi mitra driver dan ekosistem Gojek secara keseluruhan. Sejak awal pandemi COVID-19, kami telah meluncurkan program-program kesejahteraan mitra driver dengan 3 pilar utama, yaitu penyediaan layanan kesehatan, ringankan beban biaya harian, bantuan pendapatan.

Beberapa di antara program tersebut telah menjangkau mitra secara signifikan, seperti pembagian voucher sembako yang menjangkau 450 ribu mitra driver, pembagian voucher makanan gratis bagi mitra driver dan keluarga, mendatangkan 5 juta masker, dan membagikan APD secara meluas di wilayah operasional Gojek, hingga mengupayakan restrukturisasi cicilan kendaraan bermotor bagi mitra driver lewat kerja sama dengan sejumlah perusahaan pembiayaan.

Terkait Pengkotak-kotakan Mitra
Perlu kami luruskan, bahwa tidak ada pengkotak-kotakan Mitra di Gojek. Sistem Gojek memastikan seluruh mitra driver memiliki kesempatan untuk menyelesaikan order dari konsumen dengan kemungkinan tercepat.

Sistem kami mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya intensitas dan aktivitas konsumen, riwayat penyelesaian order dari mitra driver dan konsumen, dan radius/ jarak.

“Gojek tidak pernah membatasi Mitra untuk mendapatkan order di area dan waktu tertentu, maupun jumlah tertentu. Seluruh Mitra berhak mendapatkan order di manapun dan kapanpun. Kami akan terus melakukan observasi terkait sistem alokasi order yang saat ini berlaku dan juga terus mengimbau mitra untuk tidak memilih-milih, melewatkan atau membatalkan order yang masuk, karena akan mempengaruhi penilaian sistem ke akun Mitra,”pungkasnya.(*/ninaannisa)

ads

Video

Comment