Dialog Nasional, Refleksi Pembangunan Papua sukses diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.

ads

MAKASSAR.TAJUKUTAMA.COM.Detak Consultan, Sekolah Kebangsaan dan Profetik Institute sukses menggelar Dialog Nasional bertema “Refleksi Pembangunan Papua, Membangun Indonesia Dari Papua” via aplikasi zoom pada Kamis (09/07/2020).

Dialog tersebut merupakan upaya refleksi sekaligus evaluasi terhadap program pembangunan sehingga tujuan dari pembangunan semakin dirasakan oleh masyarakat Papua.

Hadir sebagai pembicara pertama, Dr.Eng. Asri Jaya HS selaku Kadep Geologi FT Universitas Hasanuddin. Ia memaparkan bahwa pertambangan dan migas sangat besar potensinya, sehingga proyek pembangunan harus diarahkan pada sektor yang sebelumnya belum dimaksimalkan.

ads

“Misalnya saja, sektor hilirisasi pertambangan dan migas. Sebenarnya ini sudah dilakukan, tinggal perlu dimaksimalkan agar pendapatan daerah dan transfer pengetahuan di Papua berlangsung terus menerus sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat” tegas Asri Jaya.

Sementara, Reza Alhamid selaku Pemerhati Pembangunan dan SDM Papua mengatakan bahwa singkronisasi kebijakan pusat dan daerah mutlak dilakukan karena jika tidak, masyarakat juga yang akan dirugikan.
“Arogansi pusat dan daerah harus dihilangkan, perlu dikedepankan adalah kepentingan dan kesejahteraan masyarakat sebagai dampak pembangunan yang senantiasa dituju,” Tutur Reza.

Pembicara ketiga, Dr. Sakka Pati, S.H., M.H, Akademisi Fakultas Hukum Unhas dan juga Konsultatif Pembangunan Daerah, menjelaskan bahwa regulasi yang ada didesain agar masyarakat Papua menjadi aktor dalam program pembangunan. Itulah yang menjadi alasan bagi pemerintah pusat memperpanjang otonomi khusus di Papua.

“Selain itu, terdapat instruksi presiden yang fokus pada percepatan pembangunan dan juga pada percepatan kesejahteraan masyarakat Papua. Regulasinya ada, tinggal bagaimana ini bisa dieksekusi dengan baik,” Ungkapnya.

Ketua OKK BPD Hipmi Papua Barat, Frengki Kambesu menegaskan perlu adanya perhatian dan pengawasan yang berkelanjutan dari pelaksanaan otonomi khusus. Menurutnya, Pemerintah Papua harus berani mempercayakan dan melibatkan anak muda Papua untuk mengeksekusi kebijakan srategis yang ada.

“Sebagai putra daerah dan juga pengusaha muda lokal Papua, tentu kami memiliki tanggung jawab lebih untuk bisa mensejahterakan daerah kami,” pungkasnya.

Pembicara terkahir, Arqam Azikin selaku Pengamat Politik Kebangsaan menegaskan bahwa “kolaborasi dan keterlibatan anak muda dalam setiap kebijakan adalah aspek penting bagi akselerasi dan percepatan kesejahteraan masyarakat Papua. Kebijakan politik pembangunan dari Pusat dan Lokal merupakan bagian strategis mengawal eksistensi kepentingan Nasional dalam konteks Kedaulatan Negara Republik Indonesia,” ungkap Arqam.

Atensi dan antusias publik sangat besar terhadap dialog ini. Terbukti dengan hadirnya ratusan peserta yang berasal dari seluruh daerah di wilayah Nusantara.(*/na)

ads

Video

Comment