Jatah Pupuk Urea Petani Ke Kabupaten Karo Menciut

ads

Tajuk Utama, Karo — Para petani di sejumlah kecamatan seperti kecamatan Tiganderket, Payung, Kutabuluh dan Berastagi mengatakan, pupuk Urea bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini langka, sulit ditemui di Tanah Karo.

Akibatnya para petani menjadi resah, karena musim tanam periode kedua sudah berjalan sehingga harus dilakukan pemupukan. Namun pupuk bersubsidi dari pemerintah  tersebut sangat sulit mereka dapatkan, bahkan di kios-kios pengecer pupuk yang biasa menyalurkan, pun tidak ada.

Hal tersebut diungkapkan J Sebayang  (39), warga Desa Tigabinanga Kecamatan Tigabinanga kepada wartawan, Kamis  (26/9/2019) di Kabanjahe Sebayang  menyebut, sudah kurang lebih satu bulan terakhir pupuk Urea (Pupuk bersubsidi) kosong, tidak ada sama sekali.

ads

“Dua bulan terakhir kemarin masih ada sedikit-sedikit. Satu bulan ini sudah tidak ada sama sekali. Saya pun sempat mencari ke beberapa kecamatan lain, tapi sama juga, kosong,” ungkap Sebayang

Dikatakannya, masyarakat saat ini bingung, tidak tahu lagi harus mencari kemana. Sedangkan informasi dari pemerintah disebut tidak jelas kapan pupuk tersebut ada. “Namanya saja Tanah Karo ini penghasil pertanian terbesar, tapi pupuk pun sulit,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan R Tarigan warga Desa Munte Kecamatan Munte saat di temui wartawan mengatakan, tanaman jagungnya saat ini sudah berumur satu setengah bulan, tapi belum juga dipupuk.

Padahal katanya, pada umur demikian tanaman jagung sangat membutuhkan pupuk. Karena jenis pupuk urea memiliki kadar air yang cukup tinggi, sehingga akan mempercepat pertumbuhan tanaman. Dia pun mengaku saat ini hanya bisa pasrah melihat pertumbuhan jagungnya kurang memuaskan.

“Kalau mau beli yang non subsidi mahal, sampai Rp 350 ribuan. Sedangkan pupuk subsidi hanya Rp 95 ribu,” sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo Ir Metehsa Karo-karo saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya mengatakan Selasa kemarin mengatakan,  sudah 9.000 ton lebih pupuk tersebut ditebus oleh distributor. Dan itu sudah sesuai dengan jatah pupuk subsidi yang ditentukan untuk tahun 2019.

“Kita sudah berupaya agar ada penambahan jumlah kuota ke Karo, karena tidak mencukupi. Saya pun sudah menghubungi provinsi, bahkan sudah membuat surat ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Saranan Pertanian di Jakarta,” jelas Metehsa.

Namun katanya, pihaknya hanya sebatas mengusulkan, keputusan ada di pusat. Untuk itu, Kadis berharap agar para petani bijak dan tidak hanya tergantung kepada pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Ditempat yang sama Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ir Sri Idah Bangun MSi, yang dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Pupuk Pestisida dan Alsintan Rosta Beru Perangin-angin, tercatat alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian jenis Urea untuk Kabupaten Karo tahun 2019 mengalami penurunan hampir 70% dari tahun 2018.

Dari 19.800 ton alokasi pupuk Urea tahun 2018, dikurangi menjadi 9.825 ton di tahun 2019. Jumlah pupuk yang telah ditebus dan disalurkan hingga Semptember 2019 sebanyak 9.654,60 ton. Sisanya sebesar 170,40 ton sudah ditebus dan akan segera disalurkan. (Surbakti)

ads

Video

Comment