Sapma IPK Kabupaten Karo Sesalkan PT Pertamina Persero

ads

Tajuk Utama, Karo — Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo, Anugrah Kacaribu, SH didampingi wakil ketua Monas Ginting, SSos, Wakil Sekretaris Ekin Sura Tarigan, SPd dan Alex Wakil Bendaharakembali mendatangi Kantor Bupati untuk mempertanyakan jawaban kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, Jumat (13/9/2019).

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA pada Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Rismawati, SE mengaku bahwa sesuai instruksi Bupati Karo Terkelin Brahmana, pihaknya dalam tiga hari ini sudah turun kelapangan memonitoring kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seputaran wilayah Kabupaten Karo. Hal itu dilakukan setelah tiga hari sebelumnya SAPMA IPK Kabupaten Karo mempertanyakan soal kelangkaan BBM jenis premium (bensin) kepada Bupati Karo.

Menurut Rismawati, berdasarkan monitoring di lapangan menjawab soal kelangkaan BBM jenis premium, mencakup tiga hal, 1. PT Pertamina (Persero) lebih mengutamakan pertalite dari pada bensin. 2. Kurangnya prasarana tangki SPBU dan 3. Menyikapi Kabupaten Karo sebagai daerah tujuan wisata, maka lebih tinggi pemakaian pertalite dari pada bensin. Untuk itu, Pertamina menyarankan agar SPBU cenderung ke pertalite dan tidak mengorder bensin (premium).

ads

“Bagian Perekonomian Kabupaten Karo, memiliki keterbatasan selain hanya sebagai monitoring saja, selebihnya tugas Satgas untuk menindaknya bila ditemukan penyimpangan,” ujarnya.

Menyikapi hasil monitoring Bagian Perekonomian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo, Anugrah Kacaribu, SH mengaku kecewa, karena rasa keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah terabaikan, karena Pertamina lebih mengedepankan soal provit, pasalnya BBM jenis Pertamak lebih ditonjolkan.

Yang menjadi pertanyaan, sambung Anugrah Kacaribu, SH, kenapa premium di sejumlah SPBU diluar Kabupaten Karo sangat gampang ditemui. Apakah sebagai daerah tujuan wisata rakyat di daerah ini sudah dianggap mampu, sehingga menjadi alasan pihak Pertamina, kecam Anugrah Kacaribu.

Selanjutnya, menyangkut poin kedua, sungguh tidak dapat diterima akal sehat. Kenapa pihak Pertamina mengijinkan SPBU beroperasi kalau memang benar belum memiliki kelengkapan sarana prasarana tanki BBM. Jawaban poin kedua inii secara tidak langsung PT Pertamina membuka kedok SPBU yang sebenarnya belum layak tapi diijinkan beroperasi, kuat dugaan unsur KKN disini.

“Karena setahu saya, persyaratan pendirian SPBU tidak gampang, SPBU sendiri terdiri dari 3 jenis yakni tipe A, tipe B dan juga Tipe C demikian juga soal luas lahan termasuk sebagai rest area dan kelengkapan sarana prasarana untuk publik,” ungkapnya.

Selanjutnya Rismawati, menerima usulan dari Sapma untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah, pertamina dan pengusaha SPBU. Untuk selanjutnya pertemuan akan segera dijadwalkan, ujarnya.

Sapma IPK Kabupaten Karo, menyimpulkan jawaban tersebut belum dapat kami terima. Kami juga meminta Pemkab Karo segera lakukan pertemuan dengan PT Pertamina dan Satgas yang berhak menindak SPBU nakal. Seperti diketahui, banyak selentingan yang menyebutkan banyak petugas SPBU yang sengaja “memainkan” nozzle agar jumlah BBM yang keluar tidak sesuai permintaan konsumen. Ini harus dijawab pihak Satgas dan PT Pertamina, tutupnya. (Surbakti)

ads

Video

Comment