Sering Pakai Sebutan Nama Hewan, Oknum Guru ASN Di Demo Orang Tua Murid

ads
Tajukutama, KARO – Tugas seorang guru pendidik adalah mendidik sekaligus mengajar, yaitu membantu peserta didik untuk mencapai kedewasaan.
Dalam proses pembelajaran tugas utama guru selain sebagai pengajar juga sebagai pembimbing.

Guru hendaknya memahami semua aspek pribadi peserta didik baik fisik maupun psikis dan mengenal, memahami tingkat perkembangan peserta didiknya yang meliputi kebutuhan, pribadi, kecakapan, kesehatan mentalnya, dan lain sebagainya.

Namun hal tersebut, berbanding terbalik dengan yang kerap dilakukan oknum guru Rohansa br Sembiring.

Yang bertugas di SD Negeri 1 Desa Sukanalu, Kec. Barus Jahe, Kab.Karo, Provinsi sumatera utara.

ads

Sebagai wali kelas 1 di sekolah tersebut, sudah 3 kali di demo oleh orang tua/wali murid, ke pihak sekolah.

“Karena ulahnya (Rohansa br Sembiring) yang kerap berkata kotor, tak beretika dan pernah juga berkelahi dengan sesama tenaga pendidik (Guru) disekolah hingga kepala salah seorang guru kelas 3, br karosekali hingga berdarah, hal itu dilakukan nya dihadapan para peserta didik,” ungkap puluhan wali murid saat mendatangi ruang kantor kepala sekolah SD N 1 Sukanalu.

Untuk meredam permasalahan yang ada, Drs Edy Surianta Surbakti Mpd Kadis Pendidikan Kab.Karo didampingi Kabid SD Parlindungan Gurusinga dan Bahtera Ginting, mendatangi langsung SD Negeri 1 Sukanalu.

Dan melakukan upaya musyawarah, di ruang rapat Guru disaksikan kepala sekolah SD Negeri 1 Sukanalu Normalinda br Sembiring beserta puluhan wali murid, Senin (09/09/2019).

Menyikapi persoalan tersebut, Dr Drs Edy Surianta Surbakti M.pd saat di mintai tanggapan nya di lokasi SD N 1 Sukanalu, kepada wartawan mengatakan.”Hal ini sangat kita sayangkan terjadi  di sekolah, seharusnya sebagai pendidik dapat memberikan contoh yang baik dan dapat menjadi suri toladan kepada  murid dan  ber etika baik selaku orang yang berpendidikan,” jelasnya

Kadis mengaku pihaknya sebelumnya telah menerima laporan adanya permasalahan di sekolah tersebut.

Dirinya menyebutkan, setelah dilakukan mediasi antar masyarakat dengan pihak sekolah, mendapatkan beberapa titik tengah.

Dikatakan lagi, pada pertemuan tadi pihaknya akan melakukan proses pengawasan dengan secara intensif.

Dirinya menyebutkan, pihaknya juga akan menempatkan petugas pengawas sekolah selama satu bulan ke depan.

 “Kita minta masyarakat bersabar, karena sekarang akan kita lakukan pengawas secara intensif di sini. Kita juga enggak bisa langsung memindahkan jika ada guru yang bermasalah. Nanti takutnya untuk guru yang mau pindah, malah jadi modus mencari masalah juga,” katanya.

Eddi mengatakan, dirinya juga meminta kepada oknum guru yang dimaksud dan seluruh guru untuk lebih menjaga etika. Baik dengan sesama guru, maupun kepada seluruh siswa.

Dirinya mengatakan, selama sebulan ini sekolah dan guru yang bersangkutan akan terus dilakukan pengawasan.

“Kalau memang nantinya ada masalah lagi langsung kita lakukan tindakan tegas. Tapi ya kita kan maunya jangan sampai ada kejadian lagi,” ungkap kepala dinas.

Selain mediasi antara masyarakat dan guru, dirinya juga melakukan mediasi antara kedua guru yang sempat terlibat permasalahan. Ia mengimbau agar jika ada permasalahan, hendaknya dibicarakan secara langsung dan dengan kepala dingin.

Lebih lanjut, Kadis mengatakan hendaknya sekolah juga bersifat lebih terbuka kepada orangtua siswa. Agar jika ada informasi dan permasalahan di sekolah, wali murid dapat mengetahui hal tersebut.

Abram Sitepu seorang perwakilan orang tua siswa menjelaskan, “Sudah sering oknum guru atas nama Rohansa br Sembiring membuat onar dengan memukul kepala salah seorang guru  br Karo sekali guru kelas 3 yang juga sama sama tenaga pendidik disekolah, dengan menggunakan batu dan mengakibat kepala oknum guru br Karo sekali pecah dan bersimbah darah,” ungakapnya.

Tambahnya, kira kira kejadian itu kurang lebih 2 minggu yang lalu, tak hanya itu saja, sudah sering kami dengar pengaduan anak anak kami bahwa Rohansa br Sembiring juga kerap menyebut anak kami disekolah dengan sebutan binatang, Kambing dan monyet.

“Apabila oknum guru tersebut mengulang kembali perbuatan nya dengan melontarkan kata kata kotor dan membuat ulah lagi di sekolah dan dinas pendidikan kabupaten karo masih tetap mempertahan kan keberadaan oknum guru ASN atas nama R Br Sembiring tersebut mengabdi di sekolah ini. Maka kami para wali murid sepakat untuk mengajukan perpindahan sekolah anak anak kami, keluar desa sukanalu ini. ” Kesal Abram Sitepu diamini puluhan wali murid lainnya.

(Surbakti)

ads

Video

Comment