Pasien Meninggal di PKM : Kepala Puskesmas Mewakili Jajarannya Minta Maaf

ads

Tajukutama, TAKALAR – Kasus Meninggalnya pasien Dg Kanang (58) warga Dusun bonto-bonto Desa cikoang Kecamatan Magarabombang (Marbo).

Warga tersebut meninggal di Puskesmas (PKM) Pattopakang, Mangarabombang, Sabtu (31/8/2019).

Kemudian pihak Puskesmas diduga tidak mengizinkan pihak
keluarga untuk membawa pulang jenazah menggunakan ambulans
Puskesmas.

ads

Namun Kepala PKM Pattopakang Membantah, Senin (02/09/2019)

Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Takalar, Hj.dr.Nilal Fauziah Melalu Kepala Puskesmas Pattopakang, Ikhsan Muis, silaturahmi sekaligus meminta maaf kepada keluarga
Almarhuma.

“Yang diterpa issu bahwa, Fasilitas PKM Puntondo (Ambulance) tidak bisa di pakai, Itu tidak benar,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Pattopakang, Ikhsan Muis mengatakan kepada awak
media terkait adanya kejadian, pasien meninggal di PKM Pattopakang yang
tidak di izinkan memakai Mobil Ambulance untuk mengantar jenasah
kerumahnya.

Ini terjadi karena lambatnya sopir ambulance untuk mengantar
pasien tersebut, karna keluarga pasien terburu buru mengambil
jenasah almarhuma, Dg Kanang bawah ke rumahnya di Dusun bonto-bonto
Desa cikoang kemarin Sabtu (31/09) tambahnya.

‘’Kami datang kerumah duka di Dusun bonto-bonto Desa cikoang Kecamatan
Magarabombang, untuk meminta maaf mewakili rekan rekan di PKM Pattopakan Minggu sore (02/09) yang di terima oleh kepala dusun
bonto-bonto Desa Cikoang kamba nurdin, bersama keluarga Almarhuma,’’
beber Kapus PKM Pattopakang

Lebih lanjut di jelaskan bahwa,’’ kami sangat prihatin kepada
Almarhuma Dg Kanang, dan kejadian ini akan menjadi intropeksi bagi
kami di PKM Pattopakang untuk menjadi pelayan masyarakat yang lebih
baik lagi,’’ kata Kapus Pattopakang Iksan Muis

Terpisah kepala dusun bonto-bonto Desa Cikoang kamba nurdin membantah adanya issu yang beredar dimedia social (medsos).

“Isu disosial media itu tidak benar, kalau pihak Puskesmas tidak mengizinkan untuk membawa
pulang jenasah menggunakan mobil ambulans, cuma sopir ambulans yang
tidak ada dilokasi kejadian dan lambat datang untuk membawa keluarga
kami,’’ tuturnya

Tambah kadus, Almarhumah Dg Kanang meninggalkan seorang suami, Kusi (60) dan 4 orang anak dan beliau selamam hidupnya adalah ibu rumah
tangga, terkait kedatangan Kapus Pattopakang Iksan Muis kerumah duka
itu betul, dan kami saling memaafkan.

ads

Video

Comment