15 Camat Diduga Dukung Jokowi, Danny Beri Klarifikasi

ads

MAKASSAR – 15 camat di Kota Makassar dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena diduga mendukung Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto lantas buka suara atas persoalan tersebut.

“Yang pertama, itu adalah hak pribadi para camat. Apa buktinya hak pribadi? Karena itu dilakukan hari libur dan bukan dengan saya. Itu dengan Pak Syahrul (mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Red). Pak Syahrul adalah tokoh politik kami,” kata pejabat yang akrab disapa Danny Pomanto itu, Jumat (22/2).

Seperti diketahui, pelaporan dilakukan setelah beredar video berdurasi 1 menit 27 detik. Video tersebut memperlihatkan para camat berdiri bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL). Setelah memperkenalkan diri satu persatu, camat se-Kota Makassar berseru bahwa dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf adalah harga mati.

ads

Danny mengaku telah mengetahui video viral para camat yang kontroversial. Menurutnya, apa yang dilakukan para camat merupakan hak pribadinya sebagai warga negara.

Danny menampik tuduhan bahwa camat tidak netral. Meski berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus netral, camat tetap punya hak pribadi untuk berpolitik.

Kegiatan itu dilakukan pada hari libur atau Sabtu-Minggu. Serta tidak menggunakan fasilitas negara.

“Wajar, aspirasinya orang dilindungi Undang-undang Dasar. Itu aspirasi pribadi. Apalagi itu di hari libur. Setiap orang punya hak politik. Itu aspirasinya orang. Tidak apa-apa,” terang Danny.

Mengenai proses hukum yang menanti para camat, Danny menyatakan sikap akan pasang badan. Dia akan mendampingi jika Bawaslu menindaklanjuti laporan yang masuk.

“Kami lakukan pendampingan. Secara pribadi, pasti saya bantu. Karena ini juga masalah pribadi,” tegas Danny.(*)

ads

Video

Comment